CARA MENGEMUDI KENDARAAN DOUBLE CABIN

Beragam jenis kendaraan roda empat, beragam juga cara mengemudikannya. Kali ini kita akan bahas cara mengemudikan kendaraan Double Cabin alias D-Cab. Biasanya kendaraan jenis ini lazim digunakan sebagai mobil pekerja, yang mengangkut berbagai barang di perkebunan dan pertambangan.

Beberapa orang juga menggunakannya sebagai kendaraan harian di kota, lantaran bentuknya yang macho nan gagah. Sebetulnya hal tersebut bukan masalah. Tetapi ada baiknya untuk mengupas hal-hal yang harus diperhatikan untuk lebih memahami kendaraan tersebut, sehingga resiko bahaya dapat diminimalisir.

Dari sisi keselamatan berkendara bagi pengemudi, ada beberapa gejala keseimbangan yang harus diperhatikan. Kendaraan Double Cabin pada umumnya relatif tinggi (ground clearance-nya). Akibatnya gejala keseimbangan (body roll-nya) besar. Untuk penggunaan di dalam kota, bisa juga melakukan modifikasi suspensi yang lebih keras untuk mereduksi gejala tersebut. Berikut ini adalah hal yang perlu Anda ketahui soal D-Cab dari Sony Susmana, Director Training Safety Defensive Consultant (SDCI):

  1. Kendaraan Double Cabin memiliki gejala piching besar. Apabila bak belakang tidak ada muatannya, bantingannya terasa keras, lantaran sistem shockbreaker dan per belakang sudah disetting untuk mengakut beban berat.
  2. Kendaraan Double Cabin memiliki gejala yawing oversteer berlebihan. Hal ini disebabkan kendaraan tersebut tinggi, beban belakang yang cenderung kosong (ringan), dan faktor ban yang biasa dipergunakan adalah bertipe AT (All Terrain). Karena ban AT kurang memiliki grip yang baik di jalan datar, sehingga mudah selip. Untuk penggunaan di dalam kota, cara mensiasatinya adalah dengan melakukan memutar kemudi yang lembut saat bermanuever atau ganti ban dengan tipe HT (Highway Terrain).
  3. Kendaraan Double Cabin memiliki gejala bounching yang juga besar saat berada di kecepatan tinggi. Hal ini terjadi karena pada umumnya kendaraan tersebut dibekali dengan shocbreaker ber-travel panjang. Kurangi kecepatan saat gejalan ini terjadi.
  4. Pahami bahwa kendaraan Double Cabin biasanya memiliki radius putar yang besar, sehingga butuh ruang yang besar saat berbelok apalagi berbalik arah di jalan raya.
  5. Kendaraan Double Cabin cenderung memiliki blindspot yang besar karena faktor tingginya. Yang harus Anda lakukan adalah berkomunikasi dengan lingkungan seperti penggunaan klakson dan pengecekan yang rutin sebelum bergerak.

Beberapa gejala tersebut umum terjadi di semua jenis kendaraan. Tetapi pada kendaraan Double Cabin, semua gejala keseimbangan tersebut bekerja semua. Artinya pengemudi harus lebih hati-hati dan lebih peka dalam mengemudinya. Kunci untuk menekan gejala tersebut hanya satu, yaitu mengemudi dengan lembut dan mengurangi kecepatan 20 km/jam dari kendaraan pada umumnya.