Archive for May, 2022

Power naik, Isuzu ELF malah irit solar

Posted on: May 30th, 2022 by Isuzu Admin No Comments

Ada yang mengejutkan ketika kita melihat data spesifikasi di Isuzu Elf terbaru. Seiring dengan penerapan teknologi berstandar emisi Euro 4 di semua kendaraannya, Isuzu juga membuat mesin Elf lebih bertenaga.

Tengok saja data spesifikasi Isuzu NLR sebagai perwakilan truk ringan 4 roda. Jika sebelumnya menggunakan mesin 4JB1-TC dengan tenaga maksimum 100 PS di putaran puncak 3.400 rpm, kini di versi Euro 4, ia menggunakan mesin 4JJ1-TCC dengan tenaga maksimum 120 PS pada putaran mesin 2.600 rpm.

Tak ubahnya dengan Elf 6 roda tipe NMR. Jika sebelumnya menggunakan mesin 4HG1-T bertenaga maksimum 125 PS pada putaran mesin 2.900 rpm, kini NMR Euro 4 menggunakan mesin 4HL1-TCS dengan tenaga maksimum 150 PS pada putaran 2.600 rpm.

Lebih bertenaga, tetapi Elf terbaru bahkan lebih irit. Di mana letak iritnya? Betul! Putaran mesinnya lebih kecil dalam menghasilkan daya yang lebih besar dari sebelumnya.

Dengan putaran mesin yang lebih kecil untuk daya yang lebih besar, maka konsumsi solar lebih efisien dengan hasil tenaga maksimal.

Pertanyaan selanjutnya, mengapa putaran mesin yang lebih rendah cukup untuk menghasilkan daya lebih besar? Coba simak mesin 4JJ1-TCC Isuzu NLR empat roda dan mesin 4HL1-TCS Isuzu Elf NMR 6 roda. Masing-masing bertipe direct injection, common rail, DOHC, 4 silinder VGS turbo intercooler; dan direct injection, common rail, SOHC, 4 silinder VGS turbo intercooler.

Selain dukungan VGS turbo intercooler, kedua mesin ini sekaligus menunjukkan identitasnya sebagai mesin euro 4 karena direct injection terkoneksi dengan common rail direct injection.

Common rail adalah pipa rel bahan bakar bertekanan tinggi untuk menghasilkan pengabutan yang lebih baik dalam pembakaran di mesin diesel. Bahan bakar dari pipa rel ini kemudian tersalurkan ke injektor untuk disuntikkan ke silinder mesin melalui pengaturan komputer engine control unit (ECU).

Sudah tekanan tinggi, terarah melalui injektor, diatur pula oleh ECU. Maka tidak heran jika kemudian bahan bakar yang disemprotkan ke silinder mesin sesuai kebutuhan sehingga makin efisien.

Jangan Heran, Turbo Traga Mantap Melesat di Tanjakan

Posted on: May 30th, 2022 by Isuzu Admin No Comments

Tanjakan adalah medan yang, disadari atau tidak, merupakan problem tersendiri, bukan hanya bagi kendaraan niaga dengan mesin berspesifikasi reguler, melainkan juga yang sudah bermesin turbo. Namun akan menjadi pengecualian jika bicara mesin turbo Isuzu, khususnya pick-up Traga.

Mengapa menjadi problem bagi sebuah kendaraan niaga termasuk yang ber-turbo? Bicara turbo, ini merupakan perangkat tambahan termasuk di mesin diesel yang berfungsi mengeluarkan udara ke ruang bakar agar daya meningkat.

Udara itu sendiri dihasilkan dari sebuah turbin yang bergerak berbarengan dengan turbin lain yang terhubung ke saluran gas buang. Saat pedal diinjak dan jumlah gas buang yang keluar lebih banyak, maka turbin turbo menyuplai pasokan udara dalam jumlah banyak.

Masalahnya, gas buang bisa kurang, termasuk saat setelah melaju lantas bertemu tanjakan. Pada momen seperti ini, putaran mesin rendah sehingga sistem turbo kekurangan suplai udara.

Begitu pula sebaliknya, tidak jarang pengemudi akan menginjak pedal gas demi tarikan yang malah menciptakan semburan udara berlebih. Udara berlebih nan tidak pas ini pun sama saja kosong bagi sebuah sistem turbo. Efeknya adalah sama-sama turbo lag.

Semburan udara berlebih atau overboost, bahkan efeknya sungguh fatal. Sistem mekanisme turbo bisa rusak.

Di sinilah Isuzu secara unik merancang kendaraan-kendaraannya agar sebisa mungkin pas. Seiring dengan penerapan mesin-mesin common rail di semua tipe demi memenuhi regulasi Euro 4 dan melanjutkan pengalaman sejak 2011 akan teknologi tersebut, Isuzu Traga termasuk yang dihadirkan dengan sebuah sentuhan pada mesin baru 4JA1-CR.

Mesin 4JA1-CR bertipe 4 silinder segaris direct injection dengan injeksi common rail dan waste gate turbocharger. “Waste gate” pada turbocharger-lah kuncinya.

Waste gate adalah katup buang yang akan beroperasi ketika pasokan udara berlebih di saluran, sebelum menuju turbin turbocharger. Itulah mengapa Traga terbaru tidak kenal dengan kejadian overboost, sebab udara yang berlebih sudah dibuang terlebih dahulu ke saluran menuju knalpot.

Penerapan waste gate di sistem turbocharger merupakan cara Isuzu mencari titik ideal baru dalam memberikan kendaraan terbaik, sekalipun Isuzu sudah kuat dengan citra hemat bahan bakar dan performanya. Bagaimanapun, selalu ada satu langkah lebih baik untuk hari esok.

Panas Dingin di Balik Urusan Euro 4, Beruntunglah Isuzu Sudah Siap Semua

Posted on: May 30th, 2022 by Isuzu Admin No Comments

Pemilik Isuzu bisa lega bertepuk dada setelah penerapan Euro 4 mulai melangkah secara serius. Mengapa lega? Membayangkan sanksi-sanksi yang bagaikan peluru siap tembak lantas dengan mudah membuat yang tidak siap bisa merasa demam panas dingin.

Pasalnya, penerapan Euro 4 tidak bisa dielakkan, sementara Isuzu sudah siap dengan teknologinya, bahkan dengan pengalaman menghadapi mesin common rail sejak 2011, begitu pula perihal perawatan sampai ke suku cadang dan ketersediaannya.

Bagaimanapun, kendaraan niaga turut dalam sumbangsih kondisi udara lingkungan dan paru-paru masyarakatnya. Oleh karena itu, para produsen didorong untuk memproduksi kendaraan niaga Euro 4, bahkan sarannya sudah menjurus secara teknis sebelum akhirnya kini berlaku.

“Jadi ada dua jalur produksi, (Euro 2 domestik dan Euro 4 untuk ekspor), dan nanti jalur Euro 4 (tetap) dan yang Euro 2 ditutup,” kata Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Putu Juli Ardika, dikutip CNN.

Panas dingin segera terasa ketika menyinggung pajak. Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Harjanto, dalam keterangan kepada media massa menjelaskan pemberlakuan skema pajak baru tersebut.

“Sebelumnya, kalkulasi pajak barang mewah dihitung berdasarkan kapasitas mesin (cc). Sekarang, dihitung berdasarkan emisi. Semakin rendah emisinya, semakin murah pajaknya,” kata Harjanto dikutip Beritagar.

Satu lagi tentu saja adalah sanski hukum. Kebijakan soal Euro-4 tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P. 20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/ 2017 yang berisi tentang baku mutu emisi gas buang kendaraan bermotor tipe Euro 4.

Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK Karliansyah menerangkan, permen tersebut seperti dikutip Detik Oto mengacu pada UU No 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Permen ini kan perintah dari PP (peraturan pemerintah) dan PP amanah dari UU (undang-undang). Artinya, kalau terjadi pelanggaran sanksi, ya menurut UU,” ujar Karliansyah.

Menurut Pasal 98 UU 32/2009, setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu air, baku mutu air laut, atau kriteria baku erusakan lingkungan hidup, dapat dipidana dengan pidana penjara paling sebentar tiga tahun, dan paling lama 10 tahun, serta denda minimal Rp 3 miliar dan maksimal Rp 10 miliar.

Denda miliaran? Waduh. Intinya, punya benefit truk yang berpengalaman dalam teknologi Euro 4 seperti Isuzu, pajak lebih murah dan terhindar dari hantu regulasi berujung denda miliaran rupiah sungguh semuanya logis dan bukan sekadar wacana.

Dukung Percepatan Pengurangan Emisi Karbon, Lima APM Otomotif Berkolaborasi Kembangkan Demonstrasi Ekosistem Elektrifikasi di Bali

Posted on: May 24th, 2022 by Isuzu Admin No Comments

Jakarta (24/5) Lima Agen Pemegang Merek (APM) otomotif yang terdiri dari Mitsubishi Motors, Nissan, FUSO, Isuzu dan Toyota, sepakat bersinergi dan berupaya untuk makin mempopulerkan kendaraan elektrifikasi di Indonesia melalui pengembangan model ekosistem mobilitas elektrifikasi di Bali bertajuk EV Smart Mobility – Joint project. Langkah inisiasi ini tidak hanya bertujuan untuk mendukung upaya Pemerintah Indonesia dalam mempercepat pengurangan emisi karbon, tetapi juga untuk memperluas pengenalan dan makin mempopulerkan kendaraan elektrifikasi sebagai salah satu kunci mobilitas massal di masa depan.
Selain itu, kehadiran joint project ini juga untuk membantu upaya revitalisasi sektor industri pariwisata di Indonesia melalui pengembangan wisata ramah lingkungan (ekowisata), dan sekaligus diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap posisi Indonesia sebagai presidensi G20 pada tahun 2022 yang akan diselenggarakan di Bali.

EV Smart Mobility – Joint Project merupakan wujud kontribusi 5 APM otomotif untuk mengambil peran dalam upaya pengurangan emisi karbon di industri otomotif Indonesia. Para distributor otomotif ini bekerjasama mengembangkan Multi-Pathway guna memperluas pilihan kendaraan elektrifikasi kepada masyarakat, termasuk di dalam nya hydrogen Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV), Battery Electric Vehicle (BEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang bersumber tenaga listrik, Hybrid Electric Vehicle (HEV) yang menggabungkan EV dan mesin konvensional (Internal Combustion Engine/ICE) sehingga mampu mengurangi emisi karbon tanpa melalui proses charging. Bahkan teknologi ICE dapat berkontribusi besar dengan memanfaatkan penggunaan biofuel.

Pendekatan Multi-Pathway diyakini dapat mempercepat kehadiran teknologi ramah lingkungan yang mudah diakses publik agar mampu mengurangi emisi sesuai dengan keberadaan sumber energi terbarukan, kesiapan infrastruktur pengisian daya, dan kebutuhan penggunaannya. Dengan pendekatan ini, seluruh pengguna dapat ikut berkontribusi dalam langkah pengurangan emisi karbon melalui cara mereka masing-masing. Karena itu, EV Smart Mobility – Joint Project yang menghadirkan BEV dan PHEV dalam pelaksanaannya diposisikan sebagai bagian dari inisiatif bersama untuk membuka peluang bagi penggunaan kendaraan Elektrifikasi di Indonesia.

“Melalui EV Smart Mobility – Joint Project ini, kami ingin menegaskan komitmen bersama untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam upaya pengurangan emisi karbon dengan mengembangkan dan mempopulerkan kendaraan listrik ramah lingkungan. Selain itu, Joint Project ini juga merupakan bentuk dukungan kami selaku pelaku industri otomotif kepada pemerintah demi mensukseskan posisi Indonesia sebagai presidensi G20 pada tahun 2022. Kerjasama ini kami rancang dengan membawa semangat yang sama dengan Indonesia, yaitu Recover Together, Recover Stronger, dan tumbuh lebih kuat serta berkelanjutan. Apalagi salah satu isu penting yang memperkuat Indonesia sebagai tuan rumah presidensi adalah transisi energi menuju green economy,” kata Susumu Matsuda sebagai sekretariat project yang mewakili 5 APM otomotif tersebut.

Dalam joint project ini, masing-masing APM akan menyediakan kendaraan listrik andalannya untuk membentuk line-up di sektor kendaraan penumpang dan komersial. Penyediaan kendaraan listrik itu diperlukan dan bertujuan untuk mempercepat pengenalan kepada masyarakat mengingat dalam pengembangan kendaraan listrik juga memerlukan kegiatan pilot project dan ketersediaan infrastruktur, seperti stasiun pengisian listrik, hingga uji coba ekosistem secara keseluruhan.

Line-up kendaraan elektrifikasi penumpang akan digunakan untuk mendukung mobilitas di kawasan Nusa Dua dan Bandara Internasional Ngurah Rai Bali. Sementara line-up komersial akan digunakan untuk mendukung logistik dan selanjutnya akan menjadi pertimbangan untuk berkolaborasi dengan bisnis lokal di wilayah Bali.

“Kami berharap EV Smart Mobility – Joint Project ini dapat mendukung upaya pemerintah dalam memberikan solusi transportasi yang lebih ramah lingkungan dan meningkatkan ekowisata, khususnya di Bali. Melalui joint project, masyarakat memiliki kesempatan untuk mendapatkan pengalaman secara langsung dan bisa lebih mengenal ekosistem mobilitas kendaraan elektrifikasi.” kata Matsuda.

EV Smart Mobility – Joint Project rencananya akan diadakan pada Juli 2022 bersamaan dengan berbagai acara dalam rangka pertemuan G20 di Bali. Kegiatan ini akan menjadi peluang besar bagi Pemerintah Indonesia dan industri otomotif nasional untuk menunjukkan komitmen dan keseriusannya dalam menerapkan kebijakan transisi energi hijau dan menyambut era mobilitas masa depan berbasis kendaraan ramah lingkungan atau elektrifikasi kepada negara-negara yang tergabung dalam pertemuan G20.

Inisiatif bersama menghadirkan EV Smart Mobility – Joint Project juga tidak lepas dari keinginan bersama untuk meningkatkan kerjasama bilateral Indonesia dan Jepang, termasuk di industri otomatif yang diungkapkan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida dan Presiden Indonesia Joko Widodo saat kepala pemerintahan Jepang tersebut berkunjung ke Indonesia pada akhir April 2022 lalu,
“Dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Fumio Kishida, Presiden Jokowi sangat mengharapkan peran sektor otomotif, termasuk produsen mobil Jepang untuk memposisikan Indonesia sebagai regional hub. Saat Indonesia memasuki era elektrifikasi di sektor otomotif, kami bersama dengan pemangku kepentingan lainnya berupaya memberikan solusi kepada Indonesia untuk dapat mempercepat pencapaian target Carbon Neutrality dengan memaksimalkan Multi-Pathway sebagai salah satu langkah efektif. Kami sangat yakin bahwa project ini dapat berkontribusi ke arah tersebut berdasarkan pengalaman yang dimiliki para partisipan di Indonesia.” Kata Duta Besar jepang untuk indonesia, H.E Kenji Kanasugi mengutip pernyataan PM Jepang Fumio Kishida.

Sebagaimana diketahui, untuk memenuhi komitmen penurunan emisi CO2 atau Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 29% pada tahun 2030, Pemerintah Indonesia telah mencanangkan berbagai kebijakan, termasuk percepatan popularisasi kendaraan listrik dan mengembangkan industri tersebut. Pengembangan ekosistem membutuhkan keterlibatan pemangku kepentingan termasuk industri otomotif, produsen baterai, dan konsumen.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:

 
EV Smart Mobility – Joint Project Secretariat – Mr. Dimas Aska – dimas.aska@toyota.astra.co.id

Mitsubishi Motors – Mr. Aditya Wardani – publicrelations@mitsubishi-motors.co.id

Nissan – Mr. Julian Olmon – julian.olmon@nmdi.indomobil.co.id

FUSO – Mrs. Marina Tokoro – marina.tokoro@daimler.com ; Mr. Reinhartd – reinhartd@ktb.co.id

Isuzu – Mrs. Puti Annisa Moeloek – puti.annisa@isuzu.astra.co.id ; Mrs. Putri Cahyaningtyas – putri.cahyaningtyas@isuzu.astra.co.id

Toyota – Mrs. Suci Rahmadhany – suci.rahmadhany@toyota.astra.co.id

 

Mogok Saat Bawa Makanan Beku, Jangan Bikin Kepala Pening

Posted on: May 15th, 2022 by Isuzu Admin No Comments

Makanan beku atau akrab pula dengan sebutan frozen food bak sebuah konsumsi keharusan yang bersifat kekinian. Dengan harapan akan perannya sebagai makanan cepat saji, permintaannya pun kini meningkat. Setidaknya Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) kepada sejumlah media massa memprediksi kenaikan 50 persen penjualan pada era pandemi. Dengannya, pundi-pundi keuntungan segera terbayang. Namun bisa saja nahas, jika pengantaran kemudian malah terhambat karena problem transportasi. Truk yang membawa makanan beku malah mogok di tengah jalan. Truk dengan boks termal yang terpasang di belakangnya memang merupakan senjata pendukung dalam bisnis ini. Mengapa? Di perjalanan yang bahkan sampai keluar pulau, makanan beku harus bertahan dengan suhu ideal di luar tempat penyimpanannya, baik di pabrik ataupun gudang. Produk makanan beku, di dalam perjalanan ini, mesti menghadapi berbagai kondisi suhu di luar sana. Ia berada dalam perjalanan yang bisa saja mencapai ribuan kilometer demi terpenuhinya permintaan pasokan.

Belum tuntas urusan mogok, masih mungkin ada PR lain—di tengah gegap gempita aturan baru bahwa semua kendaraan niaga produksi terbaru mesti berstandar emisi Euro 4. Mogok dan belum akrab dengan teknologi Euro 4, sementara makanan beku ditantang dalam hal daya tahan waktu. Luar biasa bikin pening. Namun, tidak demikian di Isuzu. “Ketika ada masalah langsung ditangani dengan baik oleh dealer, dan juga mekanik-mekaniknya andal dalam menangani masalah,” kata Managing Director PT Kiat Ananda Cold Storage, Otto Iskandar. PT Kiat Ananda Group adalah salah satu customer kami. Mereka adalah perusahaan logistik makanan beku yang mengantarkan produk-produk daging, es krim, dan obat-obatan. Dari Jakarta hingga ke Aceh untuk rute wilayah Barat; atau hingga Bima, Nusa Tenggara Barat, untuk rute bagian Timur. Soal Euro 4, kami sudah berpengalaman sebelas tahun karena menggunakan mesin common rail di Isuzu Giga dan kini di semua lini, termasuk truk ukuran sedang Elf dan pick-up Traga. Kiat Ananda Group sendiri menggunakan Isuzu Giga sebagai pilihan truk ukuran besar mereka.

Tak hanya sudah berpengalaman dengan teknologi, suku cadang bahkan ketersediaannya, serta tentu saja mekanik-mekanik terlatih sesuai testimoni PT Kiat Ananda, kami juga memiliki Bengkel Isuzu Berjalan. Bengkel Isuzu Berjalan (BIB) adalah layanan kendaraan spesial dari kami yang dilengkapi set alat servis, bahkan untuk perbaikan-perbaikan berat, termasuk turun mesin. Mengiringi layanan BIB, kami pun menuntaskannya dengan mengusahakan ketersediaan suku cadang. Ketersediaan suku cadang ini juga sudah kami pikirkan karena kami memanfaatkan sistem depo (Parts Depo) sebagai perwakilan ketersediaan di setiap wilayah. Dari depo ini, suku cadang bisa lebih lekas tersedia dibandingkan dari pusat langsung ke kota tujuan. Dengan sistem tersebut, problem truk makanan beku mogok bisa pantang membuat pening. Layanan BIB kami bisa dicek di alamat https://astraisuzu.co.id/booking-bib/ . Dengan BIB, kita ibaratnya mendatangkan bengkel secara langsung ke lokasi.

 
©Isuzu Astra Motor Indonesia, 2021 | Website Policy and Disclaimer