Archive for the ‘Commercial Vehicle’ Category

Persiapan Isuzu Menyambut Kebijakan Euro IV Mesin Diesel

Posted on: February 23rd, 2022 by Isuzu Admin No Comments

Semua produsen otomotif yang merakit kendaraan niaga bermesin diesel, termasuk PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mulai 7 April 2022 harus sudah memenuhi standar emisi Euro IV. Aturan itu tertuang dalam surat yang diteritkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan No S 786/MENLHK-PPKL/SET/PKL.3/5/2020 tertanggal 20 Mei 2020. Isuzu sendiri sudah mempersiapkan diri dimulai dari tahun 2011, di mana kami memperkenalkan Isuzu GIGA, truk medium yang sudah menggunakan mesin dengan teknologi commonrail yang siap untuk implementasi Euro IV. Selanjutnya pada tahun 2018 kami juga memperkenalkan produk kami, Isuzu Elf NMR 81 yang sudah menggunakan mesin commonrail.

Selanjutnya pada tahun 2019, Isuzu Indonesia melakukan ekspor perdana Isuzu Traga ke negara Filipina yang sudah menggunakan mesin dengan standar Euro IV. “Pada dasarnya untuk segmen kendaraan komersial, bukan hanya produk yang harus disiapkan, akan tetapi layanan purna jual yang menjadi hal lebih penting. Di mana ketersediaan suku cadang dan SDM ter utama mekanik untuk dapat melakukan perbaikan dan perawatan kendaraan,” ungkap Tonton Eko, Product Development Division Head PT Astra Isuzu Motor Indonesia (IAMI). Dengan pengalaman Isuzu lebih dari 10 tahun pada mesin commonrail, membuktikan kalau produk Isuzu diterima dengan baik oleh masyarakat dan mekanik Isuzu juga sudah lebih siap. Begitu juga dengan penyediaan suku cadang.

Saat ini, Isuzu memiliki 145 unit Bengkel Isuzu Berjalan (BIB), 2.403 partshop, dan juga 73 Bengkel Mitra Isuzu (BMI) yang tentunya akan siap memberikan pelayanan purna jual yang maksimal ketika EURO4 telah diimplementasikan nanti. “Kami mengerti kekhawatiran para pengusaha truk, driver, maupun mekanik, namun sebagai partner sejati, kami ISUZU siap mendampingi Anda untuk setiap langkah dalam perjalanan bisnis customer menuju sukses,” kata Tonton. Bukan cuma persiapan internal, seperti menyiapkan layanan purna jual tapi juga edukasi kepada konsumen Isuzu juga penting karena konsumen wajib tahu apa itu Euro IV.

Kami memahami bahwa implementasi Euro IV ini tidak akan mudah, terutama efeknya terhadap para pengusaha. Setidaknya ada beberapa hal yang memberatkan mereka. Penggunaan bahan bakar yang disarankan untuk mesin commonrail bisa menyebabkan biaya operasional lebih tinggi. Berdasarkan riset kami, 30 persen pengeluaran terbesar pada operasional kendaraan adalah bahan bakar “Tapi ditambah dengan DNA mesin Isuzu yang terkenal dengan irit bahan bakar semua itu akan tereduksi. Selain itu juga didukung dengan kualitas solar jauh lebih baik,” kata Tonton. Edukasi Edukasi yang kami lakukan bukan hanya itu saja, untuk after sales service, konsumen tidak perlu khawatir karena Isuzu sudah berpengalaman lebih dari 10 tahun dengan mesin commonrail, sehingga Persiapan Isuzu Menyambut Kebijakan Euro IV Mesin Diesel sudah lebih matang.

Isuzu Terus memberikan Edukasi kepada Konsumen Soal Penerapan Euro IV Mesin Diesel

Edukasi yang kami lakukan bukan hanya itu saja, untuk after sales service, konsumen tidak perlu khawatir karena Isuzu sudah berpengalaman lebih dari 10 tahun dengan mesin commonrail, sehingga mekanik mekanik Isuzu sudah lebih siap.

Begitu juga dengan penyediaan suku cadang, saat ini Isuzu memiliki 139 unit Bengkel Resmi Berjalan, 2.401 partshop, dan juga 48 bengkel mitra Isuzu yang tentunya akan siap memberikan pelayanan terbaik ketika Euro IV telah diimplementasikan Pemerintah mewajibkan produsen otomotif mulai 7 April 2022 sudah memproduksi dan menjual kendaraan bermesin diesel dengan teknologi emisi Euro IV.

Bukan cuma persiapan internal, seperti menyiapkan layanan purna jual tapi juga edukasi kepada konsumen Isuzu juga penting karena konsumen wajib tahu apa itu Euro IV. Kami memahami bahwa implementasi Euro IV ini tidak akan mudah, terutama efeknya terhadap para pengusaha.

Setidaknya ada beberapa hal yang memberatkan mereka. Penggunaan bahan bakar yang lebih advance menyebabkan biaya operasional lebih tinggi. Berdasarkan riset kami, 30 persen pengeluaran terbesar pada operasional kendaraan adalah Bahan bakar. “Tapi dengan mesin commonrail yang kami hadirkan, semua itu akan tereduksi. Selain itu juga didukung dengan kualitas solar jauh lebih baik,” kata Tonton Eko, Product Development Division Head PT Astra Isuzu Motor Indonesia (IAMI)

Pengusaha Truk Jangan Khawatir dengan Penerapan Euro IV untuk Mesin Diesel

 

Ketika regulasi standar emisi Euro IV untuk kendaraan mesin diesel diimplementasikan, yaitu pada 7 April 2022, pengusaha truk yang akan merasa khawatir. Sebab, takut biaya operasional meningkat. Tapi, Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) memastikan kalau konsumen tidak perlu khawatir akan penerapan Euro IV.

Isuzu sendiri merupakan merek kendaraan niaga yang terbukti memiliki karakter mesin yang hemat bahan bakar dan durabilitas yang maksimal. “Kami mengerti kekhawatiran para pengusaha truk, sopir, maupun mekanik. Namun sebagai partner sejati, kami Isuzu siap mendampingi konsumen untuk setiap langkah dalam perjalanan bisnis customer menuju sukses,” kata Tonton Eko, Product Development Division Head PT Astra Isuzu Motor Indonesia (IAMI).

Untuk itu, Isuzu sudah mempersiapkan diri, dimulai dari produk yang sudah menggunakan mesin common rail sejak tahun 2011 dan DNA Isuzu yang sudah dikenal irit dan tangguh. Kesiapan layanan purna jual, dikarenakan kami sudah memperkenalkan mesin commonrail, maka mekanik-mekanik kami sudah terbiasa dengan teknologi tersebut, dan tentu saja spare part kami sudah tersebar di seluruh Indonesia. “Jadi konsumen atau para pengusaha truk jangan khawatir dengan Euro IV ini, apalagi kami memiliki pengalaman yang jauh lebih dulu soal mesin commonrail,” kata Tonton.

 

Truk dengan Mesin Euro 2 Tidak Bisa Dimodifikasi Sesuai Standar Euro IV

Salah satu kekhawatiran pengusaha truk ketika regulasi Euro IV diimplementasikan, yaitu bagaimana nasib truk lama yang masih mengusung standar emisi Euro 2?

Jadi sesuai dengan aturan yang dikeluarkan pemerintah, nantinya para pengusaha truk tidak langsung melakukan pergantian truk secara total. Mereka masih tetap dapat menggunakan kendaraan lamanya.

Akan tetapi apabila terjadi peremajaan unit, maka unit yang dijual kami adalah standar emisi Euro IV, karena tidak ada lagi unit Euro 2. Terkait Surat Keterangan Rancang Bangun untuk pembuatan pembuatan karoseri nantinya juga hanya akan tersedia untuk truk Euro IV saja. Untuk dimodifikasi menjadi Euro IV, tentunya kata Tonton Eko, Product Development Division Head PT Astra Isuzu Motor Indonesia (IAMI) tidak bisa.

Sebab mesin dengan standar Euro IV menggunakan menggunakan teknologi common rail. “Sejak tahun 2011, Isuzu sudah menggunakan teknologi itu pada truk Isuzu Giga dan Isuzu Elf NMR 81 yang diluncurkan pada tahun 2018,” ungkap Tonton. Tenang, Tenang, dengan pengalaman dan jaringan dengan mesin common rail, hingga saat ini produk Isuzu diterima dengan baik oleh masyarakat dan mekanik Isuzu juga sudah lebih siap. Begitu juga dengan penyediaan suku cadang.

 

 

Truk Adalah Barang Modal, Kalau Bisa Kerja 24 Jam

Posted on: December 12th, 2021 by Isuzu Admin No Comments

Dibangun untuk bekerja. Seperti itulah peran truk sejak awal kemunculannya. Dengan berjalannya usaha, maka truk yang terus bekerja akan membuat banyak orang kemudian bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Kami sendiri di Isuzu membayangkannya secara spesifik. Kami tidak mau menampik, truk yang bekerja akan menghadapi tantangannya sendiri. Bukan cuma membuatnya berfungsi, tetapi juga bagaimana agar menjadikannya seefisien mungkin, dan juga teratasi ketika terkendala. “Karena ini barang modal, maka jam operasionalnya juga harus diupayakan semaksimal mungkin 24 jam sehari,” ujar Chief Operation Officer (COO) PT Astra International Tbk-Isuzu Sales Operation Yohanes Pratama.

 

Berfungsi, juga efisien, dan minimal dari keterkendalaan. Semua ini tentu kami sadari akan masuk dalam perhitungan para pemiliknya. Dengan berfungsinya truk, maka income datang.

 

Dengan efisiensi, maka penghematan biaya operasional menjadi pilihan yang nyata agar neraca secara keseluruhan di akhir membawa selisih yang menguntungkan bagi pemilik seiring hidupnya usaha. Efisiensi di kami adalah budaya yang dipertahankan, baik dari kendaraan niaga roda empat kami yang terbesar di kelasnya, yakni Isuzu Traga. Begitu pula untuk kelas sedang Elf, hingga yang terbesar untuk kebutuhan berat atau jauh, Isuzu Giga. Kami mencari celah agar bagaimana truk ini tetap terlihat keekonomiannya, realistis, memberikan kemudahan akan regulasi dari peraturan semacam Euro 4 hingga urusan di balik perizinan karoseri.

 

Satu lagi adalah minimal saat menghadapi kendala. Di sini kami paham bahwa sekalipun jaringan kami luas di bawah bendera Astra, kebutuhan bersifat emergency jangan sampai luput agar tidak buang-buang waktu. Kami mengusahakannya dengan Bengkel Isuzu Berjalan yang sesuai penamaannya berarti mendatangkan bengkel, dan ini benar-benar bisa sampai turun mesin di tempat. Kebutuhan suku cadang yang diperlukan, baik untuk perawatan rutin, maupun dalam kondisi ketika Bengkel Isuzu Berjalan datang ke tempat, pun sudah kami perhitungkan.

 

Tujuannya agar bagaimana ketersediaan suku cadang truk-truk Isuzu tidak hanya di kota-kota besar tetapi juga menjangkau wilayah lain. Sebab, per region, kami hadirkan depo suku cadang. Bahkan menghadirkan mekanik bengkel resmi kami “berkantor” di tempat usaha customer, hal ini juga menjadi solusi yang kami tawarkan. Tujuannya agar meminimalkan down time tadi. Sebab, problem-problem langsung dihadapi di lokasi. Sespesifik inilah usaha kami agar truk sebagai modal usaha bisa bekerja dalam daur waktu hidup 24 jam kita, demi pemenuhan hidup bersama.

Sekalian Saja, Mekanik Bengkel Resmi Ikut Jaga di Kantor

Posted on: December 10th, 2021 by Isuzu Admin No Comments

Kami paham bahwa customer akan merasa lebih nyaman ketika kendaraan niaganya langsung ditangani oleh mekanik bengkel resmi. Segala problem diatasi secara jitu karena ibaratnya truk ditangani oleh sang pembuat. Maka dari itu, pemilik membawa truk ke bengkel resmi. Namun tidak bisa ditampik, sebagian perusahaan juga memiliki tim perawatan sendiri dengan maksud agar kendaraan lebih bisa segera ditangani. Satu alasan lainnya, penghematan.

Di sini kami berusaha untuk tidak luput dalam melihat kebutuhan tersebut. Mungkin bisa dibayangkan bahwa bagaimana ibaratnya jika mekanik bengkel resmi bisa berada di dalam perusahaan customer, tetapi dengan biaya bersahabat. Jika ingin agar ada pemantauan dari mekanik bengkel resmi kami, maka kami pun menyediakannya. Kami pun menghadirkan kebutuhan-kebutuhan tersebut dalam satu paket, yang antara lain menyediakan mekanik kami untuk siaga “berkantor” di perusahaan customer.

 

 

“(Semacam) manpower contract, di mana Astra Isuzu menempatkan mekaniknya di pool customer untuk memantau kendaraan customer. Dengan cara ini, customer tak perlu repot mengurus perawatan kendaraan dan bisa lebih fokus menggarap bisnisnya,” ucap COO Transport Kiat Ananda Group, Otto Iskandar, yang merupakan salah satu customer kami.

 

 

Isuzu-Isuzu kami, baik itu Traga, Elf, maupun Giga, dibuat dengan sebisa mungkin menjawab kebutuhan-kebutuhan konsumen. Kebutuhan itu dijawab dengan berbagai teknologi, termasuk untuk efisiensi BBM dan keawetan juga kenyamanan demi menekan biaya operasional dan berjalannya usaha. Perawatannya pun sudah kami berikan, bahkan dengan pelatihan-pelatihan khusus bagi mekanik customer sebagai bagian dari sebuah program spesial. Namun dengan menghadirkan mekanik untuk “berkantor” di perusahaan custome, rasanya tentu menjadi lebih menenangkan.

 

Lantas bagaimana biayanya? Dalam hal ini yang kami tawarkan secara menyeluruh adalah Service Contract Package.

Di dalam paket tersebut terdapat Service Package Contract, Manpower Contract, dan TOP Contract. Program terakhir adalah Isuzu Health Report & Emission Test untuk mengukur tingkat kesehatan kendaraan Isuzu pelanggan.

Di bagian TOP Contract, TOP sendiri adalah singkatan dari Term of Payment. Artinya, layanan kontrak servis ini kami hadirkan dalam bentuk kemudahan cara pembayaran.

Tujuannya agar customer mendapatkan keringanan tempo waktu dalam proses pembayaran, kemudahan dalam pembayaran biaya perbaikan, dan semua itu berjalan dengan catatan bahwa jaringan kami luas dan terintegrasi, serta dengan pelayanan yang berlaku di seluruh jaringan Astra Isuzu.

Jadi, kami berusaha memberikan hasil yang terbaik tetapi dengan pembiayaan yang memudahkan bagi perusahaan customer. Dengan demikian, seperti dikatakan tadi, customer tak perlu repot mengurus perawatan kendaraan dan bisa lebih fokus menggarap bisnisnya.

Blind Van Isuzu Traga, Ukuran Besar Lebih Mengigit

Posted on: December 6th, 2021 by Isuzu Admin No Comments

Meledaknya tren belanja digital dari rumah mendorong pertumbuhan pengantaran barang secara lokal. Di sinilah jenis kendaraan seperti blind van kemudian mengambil peran. Sebagai light commercial vehicle (LCV) yang mulai tren di negara Barat sejak 1920-an, blind van tidak mengandalkan boks besar karoseri. Wujudnya alih-alih adalah mobil empat roda yang area kaca belakangnya adalah panel—yang di masa lampau dimanfaatkan untuk memampang brand menjadi iklan berjalan. Dengan basis mobil empat roda maka ia memang lebih kompak. Sebab, tugasnya nanti adalah mengantar keluar masuk area ruko hingga perumahan.

 

Bisa menjadi iklan berjalan dan kompak. Namun, jika bicara factor kapasitas angkut, maka ia akan menjadi yang terbesar jika itu adalah Isuzu Traga. Menjadi yang terbesar untuk kendaraan angkut roda empat selevel di bawah truk. Begitulah cita-cita yang kami wujudkan di Isuzu Traga.

 

Kendaraan angkut turbo diesel ini kami wujudkan untuk menjawab pilihan terbaik dalam hal efektivitas daya angkut bagi para pengusaha. Daya muatnya kami hitung dari bagian dalam agar bisa segera dibayangkan oleh pengusaha, seberapa besar dan banyaknya barang yang bisa dimasukkan untuk pengantaran dan kebutuhan lainnya. Dari belakang area kursi depan hingga balik tutup pintu, ia punya panjang 2.800 mm, sementara lebarnya 1.520 mm. Adapun tinggi barang yang bisa masuk mencapai 1.200 mm. Bukan cuma daya muat yang secara total adalah 5,2 meter kubik, tetapi ada akses samping yang juga besar.

 

Di samping, aksesnya dibuat selebar 1 meter. Dengan akses pintu tengah lebar, pengantar barang misalnya tidak perlu mengambil paket kiriman dari belakang apalagi jika ukurannya besar. Terlebih lagi jika barang yang akan dikeluarkan berada di tengah. Cukup buka pintu, maka sebuah barang selebar 3 kaki lebih bisa lebih mudah diambil.

 

Dengan begitu pula, kerja pengantar akan lebih efisien secara waktu—melengkapi budaya efisien kami di Isuzu. Soal efisien, kami sudah menomorsatukannya dengan berbagai hal yang menjadi bagian dari spesifikasi kendaraan-kendaraan kami, termasuk untuk Isuzu Traga.

 

Semua sudah tahulah. Irit banget sih. Tak akuin-lah,” ujar Dwi, seorang pengemudi Isuzu Traga di Semarang, Jawa Tengah.

 

Selain menggunakan mesin legendaris 4JA1-L, rasio gigi satunya kami buat berukuran besar, yakni 4.357 untuk memudahkan gerak awal. Namun dengan daya muat terbesar di kelasnya, kami merancang radius putarnya bahkan lebih rendah dari LCGC (4,6 meter), yakni 4,5 meter.

Dengan demikian, ia pun menjadi sebuah blind van dengan keunggulan-keunggulan terbaik di kelasnya.

B30 Terlanjur Bikin Problem, Simak Tipsnya

Posted on: February 22nd, 2021 by Isuzu Admin No Comments

Ketersediaan bahan bakar biosolar B30 di SPBU-SPBU Indonesia masih menyisakan adaptasi bagi segala pihak. Manakala problem penggunaan bahan bakar ini muncul, maka kerja truk terganggu. Efeknya tentu akan terasa pada jalannya usaha.

Seperti sama-sama diketahui, solar B30 merupakan bahan bakar dengan kandungan 30 persen minyak nabati. Manakala berdiam di tangki dan terpengaruh perubahan cuaca yang drastis serta faktor lainnya, solar B30 kemudian bisa menghasilkan gel.

Gel ini pada akhirnya bisa mempengaruhi sistem suplai bahan bakar. Akibatnya, belanja suku cadang fast moving seperti penyaring bahan bakar pun menjadi sering dilakukan.

Namun pada truk Isuzu, problem tersebut sudah teratasi dengan penggunaan filter bahan bakar ganda. Instruktur Project Training Center PT Isuzu Astra Motor Indonesia Thomas A Wijanarka menjelaskan bahwa filter ganda ini masing-masing berbeda ukuran.

“Filter bahan bakar ini ada dua. Yang kedua itu saringannya lebih kecil,” ujarnya merujuk pada kerja filter yang kemudian sudah terukur secara masa perawatan.

 

Normalnya, truk Isuzu sekalipun dengan kondisi di atas baru akan berganti filter setiap 20.000 km. Namun dengan catatan, masa penggantian filter tersebut akan lebih sering jika truk digunakan di daerah.

“Kualitas bahan bakar di daerah berbeda. Jadi, filter harus lebih sering diganti,” ujarnya coba menjelaskan masa lebih pendek dari masa pakai 20.000 km atau setara 1 tahun pemakaian.

Satu yang mesti dihindari saat gel menumpuk di ruang saringan adalah justru menjebolkan filter.

“Karena dikira tersumbat, filter bahan bakar justru dijebolkan,” kata Thomas yang lantas menjelaskan bahwa gel itu kemudian bisa berpengaruh pada injektor bahan bakar.

Perawatan filter menjadi hal yang penting bagi Thomas dalam melakukan edukasi kepada mekanik, termasuk mekanik dari para pengusaha yang memiliki Isuzu.

Program training ini memang disediakan PT Isuzu Astra Motor Indonesia yang juga dilengkapi Training Center. Program tidak hanya disediakan bagi mekanik, tetapi juga para pengemudinya.

 

Melalui adanya pusat pelatihan tersebut, maka khususnya para mekanik customer bisa diajak ke tempat tersebut. Dengannya, mereka bisa memperoleh edukasi dengan peralatan yang komplet.

“Jika injektor telanjur tersumbat, maka mesin akan pincang. Hal ini membutuhkan alat diagnostik yang tersedia di Training Center. Dengan alat diagnostik, maka akan lebih mudah mengetahui apakah pincangnya mesin karena masalah di injektor, dan mengetahui injector manakah yang tersumbat,” tutupnya.

 

 
©Isuzu Astra Motor Indonesia, 2021 | Website Policy and Disclaimer