Archive for the ‘Real Partner Stories’ Category

“Uang Jalan Masih Sisa, Lumayan Buat Beli Baju”

Posted on: March 16th, 2021 by Isuzu Admin No Comments

Dalam sekali jalan, kami melihat bagaimana sebuah truk membutuhkan bermacam komponen biaya operasional. Salah satunya adalah uang jalan untuk pengemudi.

 

Uang solar, uang tol, hingga kebutuhan pengemudi termasuk makan dan minum karena perjalanan yang lama dan jauh menjadi bagian pecahan dari komponen uang jalan tersebut.

 

Begitu pula yang didapatkan Yudhafri. Pria yang tinggal di wilayah Jakarta Utara ini bekerja antar mengantar perbekalan di sebuah perusahaan Jerman.

 

“Dikasih uang jalan pulang pergi kalau lagi bawa truk engkel (empat roda) sekitar Rp 800.000. Itu solar, tol, sudah semua,” akunya.

 

Memulai perjalanan pagi, dia biasanya akan sampai di tempat tujuan sekitar sore hari. Yudhafri memang mengaku gas terus. “Josss terus” kalau dalam bahasanya.

 

Perusahaannya sendiri menyediakan bermacam truk. Ia sendiri lebih sering menggunakan truk ringan empat roda, dan Isuzu Elf menjadi andalannya.

 

Kesan menyenangkan yang selalu dia ingat saat dapat giliran mengendarai Isuzu Elf adalah hemat. Uang jalannya jadi tersisa, usai pulang mengantar barang, yang antara lain merupakan obat-obatan.

 

“Isuzu irit bener itu. Kan ada semboyannya tuh, ‘Isuzu rajanya diesel’,” kata dia lalu terkekeh karena ingat kalimat iklan Isuzu Elf di TV dan sejumlah media massa lainnya.

 

“Josss terus” dalam prinsipnya adalah jalan terus pergi pulang dalam satu hari dan tidak buang waktu, tetapi tidak terburu-buru. Dia mengaku merupakan tipe pengemudi yang santai saja saat mengemudikan truk.

 

Di sisi lain, uang jalan yang disediakan perusahaan masih mungkin untuk membuatnya berhemat. Ditambah lagi truk Isuzu—termasuk Elf—adalah jajaran truk yang efisien dalam hal konsumsi bahan bakar solar.

 

“Hemat-hematnya Rp 250.000-Rp 300.000. Ini uang jalan di luar gaji ya. Lumayan buat dibawa pulang,” akunya.

 

Nominal yang bisa ia kantongi tersebut sebenarnya juga didukung dari hematnya bahan bakar Elf. Menurut perhitungannya, setidaknya perjalanan sehari pergi-pulang ke luar kota masih membuatnya bisa berhemat bahan bakar. 

 

“Kalau Isuzu PP paling bolak-balik Rp 400.000 untuk engkel empat roda. Ini solar doang di luar tol. Kalau lainnya solar Rp 500.000 lah. Masih ada sisa Rp 100.000. Lumayan buat beli baju ha-ha-ha,” kata dia.

Telusur Jalan Sang Pengemudi, Melaju Berjam-Jam hingga Cerita Unik

Posted on: March 8th, 2021 by Isuzu Admin No Comments

Mengemudikan truk di jalan bisa dilakukan berjam-jam. Bermacam tugas dijalankan, tidak hanya siang tetapi juga malam, yang sarat dengan kisah unik.

 

Contohnya adalah Cornelis Ogi. Pengemudi yang bekerja untuk sebuah perusahaan ekspedisi ini memulai aktivitasnya di pagi hari. Tugasnya adalah menyisir paket-paket di tiap cabang jasa pengiriman.

 

“Rutinitas pagi, berangkat, lalu ke cabang-cabang ambil paket,” ujar pria berkacamata yang mengemudikan truk berwarna merah ini.

 

Truk yang ia kemudikan sendiri adalah Isuzu Elf NLR 55. Truknya ini baginya cukup efisien.

Kami memang menggunakan mesin 4JB10TC yang menghasilkan tenaga sebesar 100 PS dengan konsumsi yang seefisien mungkin.

 

Ogi sendiri mengakui hal itu. Setiap kali harus jalan memenuhi tugasnya, ia melihat ada yang unik saat menyambangi SPBU.

 

“Irit banget sih. Bisa dilihat waktu isi di SPBU. Beda sama yang lain,” aku pria yang tempat kerjanya berada di wilayah Jakarta Selatan ini.

 

Tidak bisa dipungkiri, permintaan akan kebutuhan ekspedisi membeludak seiring peningkatan perdagangan online efek dari pandemi. Di sisi pengemudi truk, mereka dituntut untuk selalu kerja cepat.

 

Alhasil banyak kiat agar tugas tersebut terpenuhi, termasuk kepandaian memilih rute, dan lainnya. Ini seperti juga yang diterapkan oleh pengemudi lain bernama Gomgom.

 

Gomgom—yang juga menggunakan Elf—punya cerita unik karena beberapa kali mendapatkan tugas mengemudi malam. Misalnya saja melihat sosok yang tidak lazim sedang menyeberang.

 

“Tiba-tiba ada orang nyeberang. Sepintas kayak orang biasa. Tapi kalau diperhatiin lagi, badannya kayak enggak utuh. Pas sudah lewat, penasaran lihat lagi lewat spion, eh kok enggak ada,” kata dia.

 

Biasa berkutat di jalur Cilincing-Cakung hingga kawasan industri Marunda, Jakarta Utara membuat Gomgom mesti pandai memilih rute. Memang kadang ceritanya seunik itu, lalu lainnya harus pilih jalan demi menghindari kemacetan.

 

“Biasanya kalau udah keluar tol, pilih lewat BKT Harapan Indah,” ujarnya menyebut jalur panjang di samping kanal yang cenderung kosong.

 

Pilih jalur yang tepat dan berdoa juga memahami trik saat mengemudi merupakan hal-hal yang sepatutnya dilakukan pengemudi.

 

Bagi kami sendiri, pengemudi-pengemudi dari para costumer pengguna Isuzu mendapatkan dukungan spesial berupa pelatihan.

 

Beberapa pengingat justru menjadi hal penting bagi para pengemudi. Misalnya saja, kami mengedukasi para pengemudi, antara lain “one round check”.

 

“Kebanyakan pengemudi mungkin sudah tahu hal-hal ini. Namun, soal pemeriksaan yang dilakukan, terkadang mereka baru tahu fungsinya untuk apa,” kata Instruktur Project Training Center kami, Thomas A WijanarkaThomas.

 

Dengan dukungan spesial berupa edukasi ini, pengemudi diharapkan bisa menjalankan truk sebaik dan sefisien mungkin, tanpa mengabaikan unsur keamanan dan keselamatan apalagi emosi di jalan. Sebab, edukasi-edukasi seperti defensive driving juga masuk dalam materi edukasi kami. 

 

 

Getok Tular, Usaha Karoseri Segala Punya SKA Cerita soal Klop dengan Isuzu

Posted on: January 18th, 2021 by Isuzu Admin No Comments

Truk boks, trailer, bus, mikrobus, mobil LPG, segala tipe karoseri meluncur dari balik dapur kerja PT Sumber Karya Abadi di Jawa Timur. Berkantor di Driyorejo, Gresik, perseroan dengan singkatan SKA ini menyebut bahwa mereka siap sedia membuat segala karoseri.

 

“Fokus kami di karoseri dan konstruksi. Truk boks, tangki, trailer. Pokoknya kalau ada truk belakangnya kosong, mau dibikin apa, rasanya saya bisa semua. Hehehe,” canda Agustin Fitasari, pemilik Sumber Karya Abadi.

 

Getok tular kemudian menjadi istilah yang membawa usaha Agustin Fitasari atau disapa Fita untuk siap dengan segala kebutuhan truk tersebut. Hal ini pula yang membawanya pada Isuzu.

 

“Awalnya ada permintaan customer, kami kerjakan. Kalau bagus, kan bahasanya getok tular (info mulut ke mulut). Dari situ ada order dari tempat kami. Sebagian besar memang Isuzu. ATPM (Isuzu) kemudian melihat, banyak unitnya dikerjakan oleh SKA,” ujarnya.

 

Kedekatan ini bertepatan dengan adanya penerapan baru dari pemerintah. Sekitar tahun 2015, ia bercerita, pemerintah mengeluarkan peraturan baru bahwa usaha yang bisa mengerjakan karoseri diharuskan memiliki sertifikasi bernama SKRB atau surat keputusan rancang bangun.

 

Keberadaan Isuzu sendiri mempermudah kesesuaian dengan SKRB. PT SKA, ujarnya, kemudian berjuang walau nilai per sertifikatnya menelan biaya Rp 35 juta. Sebab, pengerjaan jadi mudah dan dengannya usaha jadi bergerak.

 

“Jadi, bak kayu harus punya sertifikat, tangki juga. Saat ada kebutuhan tipe truk apa, kami punya sertifikasinya. Jadi cepat pengerjaannya. Sementara lainnya bisa satu tahun tidak jadi-jadi karena memang izinnya tidak ada,” kata dia.

 

Dengan komposisi pemesanan lima puluh persen repeat order, dan lima puluh persen lagi baru, termasuk informasi dari dealer, PT SKA jadi lebih mudah bergerak termasuk di era pandemi.

 

“(Kebutuhan truk karoseri) ekspedisi tahun ini sedang benar-benar bagus untuk masa pandemi sih. Pertumbuhan untuk karoseri, 60-70 persen boks semua. Yang luar biasa juga mobil bak LPG, baik kayu maupun besi,” ujarnya.

 

Kerja sama sekitar 7-8 tahun dengan Isuzu tidak hanya dirasakan dalam hal-hal di atas. Di sisi lain, pesanan karoseri khusus untuk Isuzu juga lahir lantaran klien-nya memang maunya Isuzu.

 

“Ada beberapa customer yang minded merek tersebut. Biasanya truk untuk dump truck itu testimoninya truk tersebut kuat, andal di medan berat. Saya memang suka ngobrol dengan klien. Tak tanya-tanyai testimoninya,” candanya dengan logat khas Jawa Timur.

 

Ia juga bercerita kalau kliennya yang khusus truk boks bilang bahwa truk Isuzu irit BBM dan larinya kencang.

 

Satu lagi yang menjadi benefit bagi SKA, menurutnya, adalah kegiatan-kegiatan berbagi ilmu berupa kunjungan ke perusahaan.

 

“Mereka (Isuzu) standarnya sudah bagus banget. Pelayanan sudah oke. Isuzu sering kunjungan kasih ilmu soal body mounting, pemasangan lampu. (Setelah era pandemi) berharap bisa ada lagi kegiatan-kegiatan semacam itu, untuk me-refresh tim kami, dan supaya tambah ilmu, supaya teman-teman lebih pintar lagi,” kata dia.

 

Isuzu Traga, Pick Up Idola Produsen Beras Mentari

Posted on: January 18th, 2021 by Isuzu Admin No Comments

Tak perlu pikirkan kendaraannya, tetapi cukup pikirkan bisnis. Ujaran ini disampaikan pihak CV Jodo, produsen beras yang terkenal lewat merek dagang Mentari.

 

Bisa memangkas beban pikiran tentu memudahkan bagi produsen beras di kawasan Jawa Timur ini. Soalnya, mereka harus menjalankan produksi terus dengan capaian rata-rata 2.700 ton hingga 3.600 ton per bulan.

 

Maka manakala mereka membutuhkan kendaraan angkut pikap, nama Isuzu Traga pun disebut.

 

“Kesan pertama lebih ke performa. Mesinnya lebih bertenaga, tetapi tetap irit bahan bakar,” aku pihak CV Jodo.

 

Isuzu memang coba memenuhi kebutuhan usaha termasuk lewat dua poin tersebut.  Menggunakan mesin tipe 4JA1-L yang serupa Panther sehingga sudah teruji performanya, mesin tersebut berdaya 80 PS di RPM yang cukup rendah, yakni 3.500 RPM.

 

Irit bahan bakar tentu menyenangkan bagi jalannya bisnis. Dengan rute luar kota, CV Jodo bisa lebih berhemat dengan menggunakan Traga.

 

“Penghematan yang didapat Isuzu Traga, dengan bahan bakar satu minggu hanya butuh Rp 200.000 untuk luar kota,” aku mereka.

 

 

Besar kemampuan muatnya juga menjadi faktor yang terpenuhi bagi CV Jodo. Isuzu Traga sendiri didesain punya bak cukup besar. Pasalnya, ia berada di tengah-tengah antara lebih besar dari pikap pada umumnya, tetapi bukan juga sebuah truk sehingga lincah di dalam kota.

 

Dengan panjang keseluruhan  4.520 mm dan lebar 1.705 mm, Traga pada kali pertama kemunculannya ditampilkan mampu mengangkut hingga 60 galon air.                     

 

“Untuk pengangkutan jarak jauh antarkota, truk ini mampu membawa volume besar,” tambah mereka.

 

Pengangkutan tersebut didukung desain yang simpel tetapi kokoh. Ibarat semi truk, misalanya saja Traga memakai anting per belakang besar. Ia juga dipakaikan semacam tiga lapisan sasis, dengan posisi aki yang terjaga dari keluar masuk udara sehingga tidak mudah panas.

 

Namun, kabinnya dibuat nyaman. Warna kabin membuatnya seakan seperti mobil pribadi

dengan door trim yang menciptakan rasa nyaman dan jok juga tinggi dengan dukungan lumbar support plus pedal gas dan kopling empuk.

 

“Desain interior dan eksterior lebih elegan. Kabin lebih modern sehingga pengemudi dan penumpang merasa nyaman,” ujar mereka menggambarkan kabin tersebut.

 

Maka tidak heran. Dengan dukungan suku cadang mumpuni dan harga yang tidak merepotkan kantong, CV Jodo bilang kalau pengusaha tak perlu pikirkan kendaraannya, tetapi cukup pikirkan bisnis saja.

Setahun Coba, PT Karyamitra Tata Langsung Borong 40 Isuzu Giga

Posted on: January 18th, 2021 by Isuzu Admin No Comments

Jumlah penduduk di Indonesia bertumbuh dan mencapai 265 juta jiwa lebih menunjukkan besarnya kebutuhan akan pembangunan saran dan prasarana. Dengan jumlah menurut data terkini Badan Pusat Statistik di tahun 2018 tersebut, kontraktor mengambil peran penting di dalamnya, termasuk di antaranya PT Karyamitra Tata Bersama.

 

Sejak berdiri di sekitar tahun 2000, perusahaan yang dikomandani Alfonsus Prasetyo Utomo selaku principal owner tersebut mencatatkan ratusan proyek konstruksi sipil sebagai portofolio.

 

Pembukaan lahan baru, perumahan, infrastruktur seperti pembuatan jalan

dan pembuatan badan jalan, pembuatan saluran pengairan, hingga pengerjaan danau buatan menjadi sekian di antara pekerjaan yang kemudian melibatkan alat-alat berat, termasuk truk tronton.

 

Nama Isuzu mulai masuk dalam truk-truk aset perusahaan manakala Alfon melihat Giga yang pertama keluar di tahun 2011. Ia mengaku tertarik dengan iklannya.

 

“Waktu itu saya lihat iklannya kok kayaknya performanya boleh juga. Waktu itu coba dua dulu. Saya coba, tidak berani langsung beli banyak. Saya coba dulu dua unit pertengahan 2011. Baru tahun 2012, saya ambil 40 unit,” kata dia.

 

 

Kebutuhan akan alat berat beririsan dengan pandangannya akan teknologi, dalam hal ini alat berat teknologi Jepang. Sebab, bagaimanapun teknologi dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan jalannya usaha. Termasuk jika bicara Isuzu Giga, maka yang menjadi faktor adalah daya angkut dan performanya.

 

“Kalau kita bicara di Indonesia, ya (seputar) kebutuhan bawa beban. Saya juga lihat spesifikasi, engine output, gear ratio-nya bagaimana,” ujarnya.

 

Giga sendiri memiliki berbagai tipe, antara lain FVR dan FVZ yang masing-masing memiliki varian sesuai kebutuhan. FVZ 34 P misalnya, merupakan truk 6 roda Direct Injection Diesel yang sama-sama berdaya 285 HP di antara tipe 34, dengan final gear 5.571.

 

Direction Injection Diesel bagi Alfon juga dianggapnya cocok dengan kebutuhan PT Karyamitra Tata Bersama. Sebab, bahan bakarnya terjaga sesuai dengan ketersediaannya dalam menjalankan usaha di kisaran Jakarta dan Pulau Jawa.

 

“(Soal) bahan bakar, waktu itu Isuzu keluarkan (tipe truk bersistem suplai solar) common rail. Rata-rata waktu itu kendaraan lain masih konvensional. Pemikiran saya, kerja kan Jakarta dan sekitarnya. Kalau ada kejadian problem, lebih cepat diatasi. BBM di Jawa juga lebih baik. Ketiga, kami mengerjakan proyek tidak seperti pemain lain belanja sendiri. Saya pakai solar industri, yang kualitasnya mungkin lebih terjaga,” kata dia.

 

Bisa mengharapkan nilai jual kembali tidak luput dari pemikirannya. Apalagi dengan jaminan kinerja mesin yang terjaga karena teknologinya tadi.

 

“Pembeli kan berprinsip nilai value. Bergantung pada mind set; selama beberapa waktu pakai, lalu dijual, maka masih ada sisa. Harganya boleh-lah. Jadi kenapa saya enggak coba,” tuturnya.

Cerita Koleksi Isuzu Koh Stefi dan Kiriman Paket Spesialis Jawa Tengah

Posted on: January 18th, 2021 by Isuzu Admin No Comments

“Melayani hingga seluruh pelosok area Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta”. Sungguh spesial memang. Penekanan ini menunjukkan cakupan yang sifatnya khusus dari layanan paket PT Mikro Express Transport, yang layanan “kirim-kirim”-nya dikenal dengan sebutan “Paket Mikro”.

 

Seluruh pelosok area Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta? Setidaknya total 50 titik pengambilan barang disediakan, mencakup kota-kota seperti Solo, Salatiga, Purwokerto, Jepara, Blora, Yogya sampai wilayah-wilayah seperti Prembun, Tempuran, dan Cepiring.

 

Ini cukup mengilustrasikan cakupan menyeluruh di wilayah Jawa Tengah melalui usaha yang dijalankan Koh Stefi selaku owner yang justru mengembangkan, dan survive dengan bisnisnya manakala itu didirikan jelang Krisis Moneter 1998.

 

Tentu tidak terlepas dari sejumlah faktor unggulan jika usahanya langgeng dari masa kelam tersebut hingga sekarang. Spesialisasi mereka ada pada “Fast Delivery” dengan dukungan manajemen jadwal yang disusun oleh pengalaman puluhan tahun.

 

Begitu juga “Item Inspection” untuk memastikan seluruh barang prima, dan “Boxing Service” sebagai layanan tambahan kemasan bahwa barang benar-benar aman.

 

Barang pun dijemput, dikemas lagi, dan didukung poin “Road Freight” bahwa pengantaran seluruh wilayah cakupan menggunakan armada andal untuk kepastian kedatangan barang.

 

“Saya punya semua unit dari Bison TLD, NKR NHR, sampai sekarang punya sekitar 20 unit-an,” ujar Koh Stefi saat ditanya tentang truk-truk Isuzu yang sekiranya mendukung poin “Road Freight” tadi.

 

Di tengah besarnya jumlah usaha di Jawa Tengah, khususnya UMKM, hal ini tentu saja menuntut armada andal untuk kepastian kedatangan barang seperti yang diunggulkannya tadi. Baik yang perdagangannya serba online, maupun langganan tanpa medium dunia maya. Yang mana saja tetap butuh kurir pengantaran paket.

 

Sebagai informasi, jumlah UMKM di Jawa Tengah mencapai 4.174.210 unit. Jumlah berdasarkan informasi dari Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, Ema Rachmawati itu mencakup usaha besar 3.358 unit, usaha menengah 39.125 unit, usaha kecil 354.884 unit, dan usaha mikro 3.776.843 unit.

 

Dalam usaha menuruti kebutuhan pengantaran barang di tengah derasnya pertumbuhan UMKM di Jawa Tengah dan atas dasar lainnya, pertimbangan memilih Isuzu pun selaras dengan aspek bisnis Koh Stefi.

 

“Produk dan teknologi baru dibanding pesaing. Teknologi Isuzu lebih maju karena langsung dari Jepang dengan support yang luar biasa,” ujarnya seraya menyebut bahwa ia juga memfavoritkan Isuzu NMR karena keunggulan tenaganya.

 

Kenapa teknologi? Sebab ujung-ujungnya adalah keuntungan dalam menjalankan usaha.

Catatan keuangan kantor terlihat lebih bersahabat dalam hal operasional. Sebab, teknologi tersebut mendukung efisiensi biaya bahan bakar.

 

“Konsumsi bahan bakar dibanding kompetitor lebih irit, selain juga spare part dari bengkel Isuzu support baik,” ujarnya.

 

Teknologi, konsumsi bahan bakar irit, dan suku cadang bikin hati tenang. Makanya dengan mengandalkan Isuzu, Koh Stefi yakin bahwa kiriman “Paket Mikro”-nya sampai dengan aman dan selaras jadwal karena “menggunakan armada andal untuk kepastian kedatangan barang”.

 

PT Surya Putra Barutama dan Dump Truck yang Matang Terukur dengan Isuzu

Posted on: January 18th, 2021 by Isuzu Admin No Comments

PT Surya Putra Barutama adalah perusahaan manufaktur berbagai jenis bodi truk (karoseri) sejak tahun 1989. Berpusat di Surabaya, Jawa Timur, dump truck buatannya jadi andalan di berbagai wilayah hingga ke Papua.

 

Bahkan kebanyakan truk buatannya memang sebagian besar tandang keluar Jawa, dengan sektor terbanyak di pertambangan dan perkebunan serta infrastruktur seperti pembangunan proyek pemerintah.

 

“Kebanyakan karoseri kami adalah dump truck. Jadi komposisi kebanyakan di luar Jawa 70-30 persen, di Papua,” ujar Tri Utomo dari PT Surya Putra Barutama.

 

Sudah sejak lama bekerja sama dengan Astra, dan selama dekade belakangan PT Surya Putra Barutama mulai mengandalkan Isuzu.

 

Manakala sertifikasi karoseri dimatangkan di Indonesia, maka brand ini pula yang menjadi pilihan. Sebab, segala sesuatunya serba matang termasuk untuk urusan sistem mekanis dan kelistrikan.

 

“Sejak ada sertifikasi karoseri kami memakai Isuzu. Jadi saat itu dicari vendor-vendor yang bisa uji spesifikasi, baik secara mekanis maupun kelistrikan. Memang sama Astra sudah sejak lama hubungan. Kebetulan mereka ada sertifikasi Isuzu, kami oke. Jadi terbantu,” ujarnya.

 

Salah satu yang diandalkan adalah Isuzu Giga. Menurutnya sejumlah kontraktor merasa cocok dengan spesifikasi yang ditawarkan bahkan hingga ke pemasangan perangkat pendukung hidrolik.

 

“Kontraktor banyak pakai Isuzu Giga sampai 200 unit tahun 2012-2013. Rekomendasi Isuzu dan customer karena waktu itu hidrolik kami di-support Komatsu untuk light truck dan dump truck. Cocok dalam projects,” kata dia.

 

Pilihan lain bagi PT Surya Putra Barutama adalah Isuzu Elf. Truk kelas ringan ini dipilih lantaran kebutuhan akan area akses yang terbatas.

 

 

Isuzu Elf sebagai truk yang lebarnya tidak sampai 2 meter memang memiliki banyak pilihan sebagai opsi untuk jenis truk kelas ringan. Misalnya saja Elf NMR 81 yang dipasangi mesin heavy duty common rail 4HL1-TCS dengan kemampuan angkut hingga 8,25 ton.

 

“Karena jalanan sempit, kami pernah ganti pakai unit kecil karena mobil besar tidak boleh lewat akses. Isuzu juga kan commonrail gencar ya. Isuzu yang pertama. (Ini menarik bagi konsumen) karena konsumsi BBM-nya, dan karena di jaringan Astra juga (mendukung perawatan dan ketersediaan suku cadang),” tambah Tri.

 

Dengan dukungan untuk keperluan sertifikasi bahkan jalinan kerja sama dengan Isuzu, PT Surya Putra Barutama meraih puncak pesanan.

 

“Puncak produksi light truck dan dump truck sekitar 3.000 unit setahun. Peak-nya di tahun 2013 yang dalam sebulan bisa sampai 400 unit,” kata dia.

 

Kebanyakan pembelinya adalah mereka yang suka sehingga kembali melakukan pemesanan. Infonya, para pembeli cocok dengan harga dan keandalannya dalam konsumsi bahan bakar.

 

“User biasanya repeat order. Mereka ambil karena pricing dan hemat BBM. Transmisi juga berpengaruh karena 6-speed. Mudah dan andal,” tutupnya.

 
©Isuzu Astra Motor Indonesia, 2021 | Website Policy and Disclaimer