15 May 2022
Mogok Saat Bawa Makanan Beku, Jangan Bikin Kepala Pening
Share

Makanan beku atau akrab pula dengan sebutan frozen food bak sebuah konsumsi keharusan yang bersifat kekinian. Dengan harapan akan perannya sebagai makanan cepat saji, permintaannya pun kini meningkat. Setidaknya Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) kepada sejumlah media massa memprediksi kenaikan 50 persen penjualan pada era pandemi. Dengannya, pundi-pundi keuntungan segera terbayang. Namun bisa saja nahas, jika pengantaran kemudian malah terhambat karena problem transportasi. Truk yang membawa makanan beku malah mogok di tengah jalan. Truk dengan boks termal yang terpasang di belakangnya memang merupakan senjata pendukung dalam bisnis ini. Mengapa? Di perjalanan yang bahkan sampai keluar pulau, makanan beku harus bertahan dengan suhu ideal di luar tempat penyimpanannya, baik di pabrik ataupun gudang. Produk makanan beku, di dalam perjalanan ini, mesti menghadapi berbagai kondisi suhu di luar sana. Ia berada dalam perjalanan yang bisa saja mencapai ribuan kilometer demi terpenuhinya permintaan pasokan.



Belum tuntas urusan mogok, masih mungkin ada PR lain—di tengah gegap gempita aturan baru bahwa semua kendaraan niaga produksi terbaru mesti berstandar emisi Euro 4. Mogok dan belum akrab dengan teknologi Euro 4, sementara makanan beku ditantang dalam hal daya tahan waktu. Luar biasa bikin pening. Namun, tidak demikian di Isuzu. “Ketika ada masalah langsung ditangani dengan baik oleh dealer, dan juga mekanik-mekaniknya andal dalam menangani masalah,” kata Managing Director PT Kiat Ananda Cold Storage, Otto Iskandar. PT Kiat Ananda Group adalah salah satu customer kami. Mereka adalah perusahaan logistik makanan beku yang mengantarkan produk-produk daging, es krim, dan obat-obatan. Dari Jakarta hingga ke Aceh untuk rute wilayah Barat; atau hingga Bima, Nusa Tenggara Barat, untuk rute bagian Timur. Soal Euro 4, kami sudah berpengalaman sebelas tahun karena menggunakan mesin common rail di Isuzu Giga dan kini di semua lini, termasuk truk ukuran sedang Elf dan pick-up Traga. Kiat Ananda Group sendiri menggunakan Isuzu Giga sebagai pilihan truk ukuran besar mereka.

Tak hanya sudah berpengalaman dengan teknologi, suku cadang bahkan ketersediaannya, serta tentu saja mekanik-mekanik terlatih sesuai testimoni PT Kiat Ananda, kami juga memiliki Bengkel Isuzu Berjalan. Bengkel Isuzu Berjalan (BIB) adalah layanan kendaraan spesial dari kami yang dilengkapi set alat servis, bahkan untuk perbaikan-perbaikan berat, termasuk turun mesin. Mengiringi layanan BIB, kami pun menuntaskannya dengan mengusahakan ketersediaan suku cadang. Ketersediaan suku cadang ini juga sudah kami pikirkan karena kami memanfaatkan sistem depo (Parts Depo) sebagai perwakilan ketersediaan di setiap wilayah. Dari depo ini, suku cadang bisa lebih lekas tersedia dibandingkan dari pusat langsung ke kota tujuan. Dengan sistem tersebut, problem truk makanan beku mogok bisa pantang membuat pening. Layanan BIB kami bisa dicek di alamat https://astraisuzu.co.id/booking-bib/ . Dengan BIB, kita ibaratnya mendatangkan bengkel secara langsung ke lokasi.



 
©Isuzu Astra Motor Indonesia, 2021 | Website Policy and Disclaimer