02 Feb 2022
Persiapan Isuzu Menyambut Kebijakan Euro IV Mesin Diesel
Share

Semua produsen otomotif yang merakit kendaraan niaga bermesin diesel, termasuk PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mulai 7 April 2022 harus sudah memenuhi standar emisi Euro IV. Aturan itu tertuang dalam surat yang diteritkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan No S 786/MENLHK-PPKL/SET/PKL.3/5/2020 tertanggal 20 Mei 2020. Isuzu sendiri sudah mempersiapkan diri dimulai dari tahun 2011, di mana kami memperkenalkan Isuzu GIGA, truk medium yang sudah menggunakan mesin dengan teknologi commonrail yang siap untuk implementasi Euro IV. Selanjutnya pada tahun 2018 kami juga memperkenalkan produk kami, Isuzu Elf NMR 81 yang sudah menggunakan mesin commonrail.

 

Selanjutnya pada tahun 2019, Isuzu Indonesia melakukan ekspor perdana Isuzu Traga ke negara Filipina yang sudah menggunakan mesin dengan standar Euro IV. “Pada dasarnya untuk segmen kendaraan komersial, bukan hanya produk yang harus disiapkan, akan tetapi layanan purna jual yang menjadi hal lebih penting. Di mana ketersediaan suku cadang dan SDM ter utama mekanik untuk dapat melakukan perbaikan dan perawatan kendaraan,” ungkap Tonton Eko, Product Development Division Head PT Astra Isuzu Motor Indonesia (IAMI). Dengan pengalaman Isuzu lebih dari 10 tahun pada mesin commonrail, membuktikan kalau produk Isuzu diterima dengan baik oleh masyarakat dan mekanik Isuzu juga sudah lebih siap. Begitu juga dengan penyediaan suku cadang.

   

Saat ini, Isuzu memiliki 145 unit Bengkel Isuzu Berjalan (BIB), 2.403 partshop, dan juga 73 Bengkel Mitra Isuzu (BMI) yang tentunya akan siap memberikan pelayanan purna jual yang maksimal ketika EURO4 telah diimplementasikan nanti. “Kami mengerti kekhawatiran para pengusaha truk, driver, maupun mekanik, namun sebagai partner sejati, kami ISUZU siap mendampingi Anda untuk setiap langkah dalam perjalanan bisnis customer menuju sukses,” kata Tonton. Bukan cuma persiapan internal, seperti menyiapkan layanan purna jual tapi juga edukasi kepada konsumen Isuzu juga penting karena konsumen wajib tahu apa itu Euro IV.

 

Kami memahami bahwa implementasi Euro IV ini tidak akan mudah, terutama efeknya terhadap para pengusaha. Setidaknya ada beberapa hal yang memberatkan mereka. Penggunaan bahan bakar yang disarankan untuk mesin commonrail bisa menyebabkan biaya operasional lebih tinggi. Berdasarkan riset kami, 30 persen pengeluaran terbesar pada operasional kendaraan adalah bahan bakar "Tapi ditambah dengan DNA mesin Isuzu yang terkenal dengan irit bahan bakar semua itu akan tereduksi. Selain itu juga didukung dengan kualitas solar jauh lebih baik,” kata Tonton. Edukasi Edukasi yang kami lakukan bukan hanya itu saja, untuk after sales service, konsumen tidak perlu khawatir karena Isuzu sudah berpengalaman lebih dari 10 tahun dengan mesin commonrail, sehingga Persiapan Isuzu Menyambut Kebijakan Euro IV Mesin Diesel sudah lebih matang.



 
©Isuzu Astra Motor Indonesia, 2021 | Website Policy and Disclaimer