20 Dec 2021
Truk Bawa Makanan Beku, Sebaiknya Tahan Berapa Hari?
Share

Semenjak penemu asal Skotlandia, William Cullen, merekayasa ruang pendingin khusus di pertengahan tahun 1700-an, harapan untuk menjaga kondisi daging ikan maupun lainnya akhirnya memperoleh solusi. Namun, dengan ruang yang tetap, mungkin hal tersebut bisa berjalan sebagaimana mestinya. Alih-alih berbeda ceritanya jika daging segar ini diantarkan sejauh ratusan kilometer. Di sini pula kami melihat bagaimana vitalnya peran distribusi logistik khusus food manufacturing serta food and beverage.

 

Salah satu customer kami misalnya, Kiat Ananda Group. Mereka memiliki kendaraan niaga berupa truk-truk yang bisa mengantarkan produk-produk daging, ataupun es krim dan obat-obatan tadi, dari Jakarta hingga ke Aceh untuk rute wilayah Barat; atau hingga Bima, Nusa Tenggara Barat, untuk rute bagian Timur.

  Yang menjadi pertanyaan, perjalanan sejauh itu idealnya membutuhkan boks dengan masa pendinginan yang berapa lama kah agar barang antaran kuat hingga waktu tertentu? "Semua armada perusahaan sudah dilengkapi dengan sistem pendingin yang mampu bertahan hingga tujuh hari sehingga kualitas barang yang diantar dijamin tetap terjaga sampai di tangan konsumen," ujar Chief Operation Officer (COO) Transport Kiat Ananda Group Otto Iskandar. Sebuah boks dengan lapisan khusus untuk menjaga suhu ideal. Lalu sebuah sistem pengatur suhu yang mesti bekerja dalam perjalanan. Semua ini membutuhkan perhitungan.
 
 

Apalagi jika dipasangkan di sebuah truk. Faktor lain yang harus diperhitungkan berikutnya adalah kelolosan uji kir. Sebab, berdasarkan Undang-Undang mengenai Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, salah satu syarat lolos uji kir adalah SRUT (sertifikat uji tipe). SRUT pula yang menjadi salah satu fokus kami akan kebutuhan semacam ini. Maka dari itu, kami bisa mengerahkan tim teknis, sebelum karoseri—seperti boks pendingin untuk perjalanan super-jauh tersebut—akhirnya dibuat.

  Kiat Ananda Group sendiri menggunakan Isuzu Giga sebagai pilihan truk ukuran besar. Dengan muatan banyak supaya sekali antar, perjalanan jauh ini disikapi dengan efisiensi bahan bakar. Sebab, Isuzu Giga menggunakan mesin commonrail. Mesin commonrail memang canggih dan cukup disikapi dengan diagnosis terkomputerisasi jika menghadapi kendala. Namun karena keterbatasan waktu pengantaran demi menjaga barang tetap baik ini, maka kondisi truk diharapkan tetap terjaga agar tidak terjadi downtime karena problem di jalan. Kami di Isuzu sudah menjaga hal ini dengan fasilitas Bengkel Isuzu Berjalan yang bahkan siap dengan layanan turun mesin di perjalanan.
 
  Dengan perhitungan-perhitungan dan layanan-layanan yang kami berikan, waktu ideal untuk menjaga barang bawaan jenis ini bisa tetap tercapai.


 
©Isuzu Astra Motor Indonesia, 2021 | Website Policy and Disclaimer