02 Jan 2026

Modal Minim? Ini Cara Jadi Dropshipper untuk Pemula!

Share

Keterbatasan modal sering jadi kendala utama bagi siapa pun yang hendak merintis bisnis. Namun, sebenarnya terdapat bidang usaha yang bisa dijalankan bahkan nyaris tanpa modal sama sekali, salah satunya yaitu  bisnis dropship. Cara menjadi dropshipper terbilang mudah sehingga dapat dilakukan semua orang tanpa membutuhkan banyak pengalaman.

Apa itu Dropshipper?

Dropship adalah suatu sistem bisnis yang memungkinkan Isuzu Partner menjual bermacam-macam produk dari suatu brand secara online tanpa harus menyediakan stok barang terlebih dahulu. Orang yang menjalankan sistem bisnis ini disebut dropshipper. Cara menjadi dropshipper sekarang semakin terasa mudah karena bisa dilakukan dengan mengandalkan fitur live shopping di media sosial.

Ada tiga langkah yang berlangsung dalam bisnis dropship, yaitu:

  • Dropshipper bertugas memasarkan produk untuk menarik calon pembeli agar melakukan transaksi online.
  • Saat ada pesanan masuk, dropshipper akan menyampaikannya kepada pihak supplier.
  • Berikutnya, supplier akan mengurus pesanan tersebut lalu melakukan pengemasan dan pengiriman barang atas nama dropshipper sebagai pengirim.

Perbedaan Dropshipper dan Reseller

Faktanya, masih banyak orang belum memahami perbedaan antara dropshipper dan reseller ketika hendak menjalani bisnis tersebut. Padahal, perbedaan cara bisnis dropship dan reseller terlihat jelas dari beberapa hal berikut ini:

  • Modal awal: dropshipper dapat memulai bisnis hampir tanpa modal sama sekali karena hanya membutuhkan gadget untuk melakukan pemasaran secara online. Sementara itu, reseller justru butuh modal lebih banyak karena harus menyiapkan stok barang terlebih dahulu.
  • Stok barang: dropshipper tidak menyimpan stok barang karena semua proses pengemasan dan pengiriman dilakukan supplier, sedangkan reseller pasti menyimpan stok barang karena pengemasan dan pengiriman dilakukan secara mandiri.
  • Penjualan offline: para dropshipper tidak dapat melakukan penjualan offline saat bertemu langsung dengan calon konsumen karena tidak punya stok barang sama sekali.
  • Proses pengemasan dan pengiriman: bisnis dropship membuat proses pengemasan dan pengiriman barang dilakukan sepenuhnya oleh pihak supplier. Sementara itu, reseller justru wajib melakukan manajemen stok barang, pengemasan, dan pengiriman pesanan kepada konsumen secara mandiri.
  • Margin keuntungan: keuntungan bagi dropshipper terbilang lebih kecil karena berasal dari komisi yang diberikan supplier. Sebaliknya, potensi keuntungan reseller tergolong besar karena bisa menentukan harga jual sendiri, khususnya jika berhasil menemukan pangsa pasar yang bersedia membeli dengan harga lebih tinggi.
  • Risiko: selain unggul karena cara menjadi dropshipper sangat mudah, sistem bisnis ini juga disukai karena risikonya sangat kecil. Seorang dropshipper tak akan mengalami kerugian jika dagangannya kurang laris karena tidak menyimpan stok barang sama sekali. Sebaliknya, risiko menjadi reseller justru lebih besar karena rentan rugi jika barang dagangan tidak laku terjual.

Cara Menjadi Dropshipper agar Dagangan Laris Manis

Jadi dropshipper tentu bukan cuma perkara berjualan secara online. Lebih dari itu, banyak hal yang perlu dilakukan untuk menjadi dropshipper sukses yang meraih potensi keuntungan besar. Seorang dropshipper sebaiknya melakukan beberapa langkah penting ini supaya bisnisnya dapat berkembang::

1. Membangun Branding di Media Sosial

Hal pertama yang sepatutnya dilakukan seorang dropshipper pada masa-masa awal usaha adalah membangun branding di media sosial. Lakukan prosesnya secara organik untuk menambah jumlah follower. Tahapan ini juga berkontribusi membantu Anda mengidentifikasi pangsa pasar dan memilih produk yang tepat untuk dipasarkan. Misalnya, produk yang hendak dipasarkan pada kalangan gen-Z lajang tentu berbeda dengan produk untuk pengguna media sosial di kalangan ibu rumah tangga.

2. Memilih Supplier Berkualitas

Langkah berikutnya yang wajib diterapkan dalam bisnis dropship adalah memilih supplier berkualitas. Cari info sebanyak-banyaknya tentang supplier besar yang reputasi dan rekam jejak bisnisnya baik. Supplier besar biasanya mampu memberikan harga produk yang lebih terjangkau dibandingkan supplier dengan skala bisnis lebih kecil.

3. Memasarkan Produk Secara Konsisten

Jika sudah punya banyak followers media sosial, mengidentifikasi pangsa pasar, dan menemukan supplier berkualitas, maka selanjutnya Isuzu Partner harus mempromosikan produk secara konsisten. Tentukan durasi dan waktu yang sama untuk menarik calon konsumen secara efektif, contohnya mengadakan sesi live shopping selama tiga jam pada waktu yang sama setiap hari. Lakukan promosi dengan cara yang menyenangkan tanpa terkesan menggurui. Selipkan edukasi ketika mengenalkan produk kepada para followers supaya mereka mendapatkan ilmu baru yang bermanfaat.

4. Menyiapkan Nilai Tambah

Cara menjadi dropshipper sukses juga berkaitan dengan nilai tambah yang bisa diberikan bagi calon konsumen. Bentuk nilai tambah yang dimaksud bisa bermacam-macam, misalnya konten live shopping yang menghibur karena humoris, konsultasi produk gratis, dan respons cepat untuk setiap pesanan maupun keluhan pelanggan.

5. Memberikan Penawaran Khusus untuk Menarik Perhatian

Calon konsumen akan merasa lebih tergugah untuk berbelanja jika Anda sebagai dropshipper bisa memberikan penawaran khusus yang menarik perhatian. Bahkan, Isuzu Partner bisa memanfaatkan teknik urgency untuk meningkatkan keputusan membeli seperti misalnya memberi tahu kepada calon konsumen bahwa harga diskon yang ditawarkan atau stok barang bersifat terbatas. Biasanya calon konsumen yang sudah tertarik sejak awal akan bergegas melakukan pemesanan karena tak ingin ketinggalan.

Optimalkan Distribusi Bisnis Dropshipper dengan Kendaraan yang Tepat

Bukan mustahil jika bisnis dropship yang dijalani sepenuh hati nantinya membuka kesempatan baru bagi Isuzu Partner untuk merintis bisnis secara mandiri. Pengalaman menjadi dropshipper akan menjadi pembelajaran berharga untuk memulai bisnis secara matang, termasuk soal urusan manajemen stok barang.

Salah satu bentuk inventaris yang sangat dibutuhkan untuk mendukung pengelolaan bisnis adalah kendaraan operasional yang tepat seperti Isuzu TRAGA. Pick up keluaran Isuzu ini didukung teknologi mesin Common Rail 4 silinder yang tangguh sekaligus irit

Selain itu, Isuzu TRAGA juga memiliki sederet keunggulan lain yang menjadikannya kendaraan operasional andal bagi pelaku bisnis, termasuk dropshipper. Dimensi kargo yang luas memungkinkan pengangkutan barang dalam jumlah besar atau bervariasi dalam satu perjalanan, sehingga pengiriman ke beberapa tujuan dapat dilakukan dengan lebih efisien.

Dukungan transmisi 5 percepatan membantu manuver tetap optimal di berbagai kondisi jalan, baik di area perkotaan maupun rute antar kota. Ditambah dengan kabin pengemudi yang ergonomis dan nyaman, aktivitas distribusi harian dapat berjalan lebih lancar. Dengan karakter tersebut, Isuzu TRAGA mampu menunjang mobilitas bisnis dropshipper agar pengiriman tepat waktu dan operasional semakin produktif.

Hubungi dealer Isuzu terdekat untuk mendapatkan informasi lengkap tentang Isuzu TRAGA. Pilihan kendaraan operasional yang tepat akan membantu meningkatkan ketepatan pengiriman dan produktivitas bisnis. Isuzu TRAGA siap menjadi partner mobilitas andal dalam mendukung pertumbuhan usaha Anda!



 
©Isuzu Astra Motor Indonesia, 2023 | Website Policy and Disclaimer