19 Nov 2025

JBB, JBI, dan Istilah Berat Kendaraan Lainnya yang Perlu Dipahami

Share

Pemahaman tentang teknik pengoperasian kendaraan bermotor memang penting bagi siapa pun yang hendak mengemudikannya. Namun, wawasan seputar berat kendaraan juga tak kalah esensial bagi proses operasional kendaraan niaga. Beragam istilah seperti JBI dan JBB adalah pengetahuan umum yang patut dipahami karena berkaitan dengan karakter serta kapasitas angkut kendaraan niaga secara keseluruhan.

Kenalan Lebih Dekat dengan Istilah JBB

Jumlah Berat Bruto atau yang lebih dikenal dengan sebutan JBB adalah berat total kendaraan bermotor ketika sedang mengangkut muatan berupa barang maupun penumpang. Dengan kata lain, nilai JBB bukan hanya menggambarkan bobot satu unit kendaraan, melainkan juga segala benda yang diangkut serta penumpang di dalamnya. Tak hanya dikenal sebagai singkatan dari Jumlah Berat Bruto, JBB juga kerap dianggap mendefinisikan frasa Jumlah Berat Diperbolehkan.

JBB suatu unit kendaraan harus berada dalam ambang batas yang telah ditentukan pemerintah demi mewujudkan lalu lintas yang aman bagi seluruh pengguna jalan. Kendaraan yang beroperasi dengan JBB melebihi nilai yang diizinkan lebih berisiko mengalami kecelakaan, membuat jalan rentan rusak, serta mengacaukan kelancaran lalu lintas.

Istilah ini menjadi semakin krusial pada kendaraan niaga, terutama truk, karena jenis kendaraan ini dirancang untuk membawa muatan dalam jumlah besar dan intensitas tinggi. Oleh karena itu, pemilik maupun operator armada perlu memahami batasan JBB secara lebih detail agar distribusi muatan tetap aman dan sesuai regulasi.

Setiap kategori truk dikelompokkan dalam batasan bruto yang berbeda-beda, tergantung dari jenis, jumlah sumbu, dan dimensi. Pelanggaran yang dilakukan terhadap ketetapan JBB bisa dikenakan sanksi berupa denda, penahanan truk, atau pencabutan izin operasional. Ketegasan ini diharapkan membuat para pelaku bisnis yang mengandalkan kendaraan niaga tersebut selalu patuh terhadap peraturan yang berlaku.

Perbedaan JBB dan JBI

Selain JBB, ada pula istilah lain yang digunakan untuk mendefinisikan muatan kendaraan niaga, yaitu Jumlah Berat yang Diizinkan (JBI). JBI maupun JBB adalah dua istilah yang sama-sama menggambarkan Gross Weight Bruto (GWB).

Perbedaannya terletak pada pihak yang menetapkan ketentuannya masing-masing. JBB dibuat berdasarkan Agen Pemegang Merek (APM), sedangkan JBI diatur oleh Kementerian Perhubungan untuk menentukan kelompok kendaraan pada tiap kelas jalan.

Pengelompokan JBI dilakukan ketika uji KIR (pemeriksaan kendaraan bermotor) berdasarkan beberapa kriteria sebagai berikut:

  • Daya dukung kelas jalan terendah yang dilewati.
  • Kekuatan rancangan sumbu kendaraan untuk mendukung peningkatan umur jalan.
  • Aspek keselamatan lainnya ketika kendaraan digunakan di jalan.
  • Setelah uji KIR, data tentang JBB dan JBI akan tercantum dalam buku uji KIR yang berhak dipegang pemilik kendaraan.

Hal Penting tentang Kepatuhan terhadap Aturan JBB dan JBI

Penetapan aturan JBB dan JBI mencakup beberapa hal penting sebagai berikut:

  • Pemilik kendaraan niaga wajib memastikan bahwa kendaraannya telah mematuhi peraturan JBB dengan cara memastikan bahwa total muatan serta proses mengemudi berada dalam batas aman.
  • Pelanggaran terhadap aturan jumlah muatan bukan sekadar merugikan pemilik kendaraan, tetapi juga keselamatan para pengguna jalan lainnya.
  • Upaya pencegahan terhadap pelanggaran bisa dilakukan dengan melalui proses pemeliharaan kendaraan secara rutin serta senantiasa memastikan kalau muatan yang diangkut telah sesuai regulasi yang berlaku.
  • Kontribusi pemerintah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat seputar aturan JBB dan JBI juga esensial dalam membantu mengurangi jumlah pelanggaran.
  • Informasi tentang perubahan peraturan patut disimak secara seksama karena ketetapan tersebut bisa mengalami pergantian dari waktu ke waktu.

Beragam Istilah Lainnya tentang Berat Kendaraan

JBI dan JBB adalah dua istilah penting yang berkaitan dengan berat kendaraan niaga. Namun, sebenarnya masih banyak istilah lainnya yang kerap digunakan dalam penentuan berat kendaraan, yaitu:

  • Gross Vehicle Weight (GVW): istilah lain untuk menyebut Gross Weight Bruto (GWB).
  • Kerb Weight (Curb Weight atau CW): sebutan ini digunakan untuk mendefinisikan total berat kabin dan kerangka kendaraan (sasis) dalam kondisi tangki terisi penuh (terdiri dari bahan bakar, oli, dan cairan pendingin). Istilah ini juga populer disebut berat kosong yang diartikan sebagai berat murni kendaraan tanpa muatan apa pun (barang atau penumpang).
  • Empty Vehicle Weight (EVW): EVW merupakan istilah untuk mendefinisikan kerb weight disertai berat rear body tanpa muatan apa pun, contohnya dump truk, bak terbuka, bak tertutup (box), tangki, dan sejenisnya.
  • Gross Combination Weight (GCW): penggunaan istilah GCW diperuntukkan khusus bagi kendaraan gandengan (tractor head). Sama seperti kendaraan niaga lain, jumlah berat kombinasi ini juga dikelompokkan menjadi dua, yaitu JBB dan JBI.
  • Total beban yang bisa diangkut (payload): payload adalah nilai muatan yang dihitung berdasarkan selisih GVW dan EVW. Jenis muatan yang dimaksud pada istilah ini berupa barang maupun penumpang. Penghitungan payload secara cermat sangat dibutuhkan supaya kapasitas beban tidak melampaui kapasitas maksimum front dan rear axle. Dengan demikian, kestabilan berkendara dapat terwujud saat mengemudi pada kondisi apa pun bila payload sesuai batas kemampuan kendaraan serta terdistribusi secara tepat.
  • Berat Penumpang: regulasi pemerintah melalui Kementerian Perhubungan menetapkan perhitungan rata-rata berat penumpang berada di angka 65 kg. Berat penumpang yang terlalu besar turut memengaruhi alokasi kapasitas muatan kendaraan secara keseluruhan. Dengan kata lain, berat penumpang berlebihan bisa membuat payload untuk muatan lainnya semakin terbatas.

Informasi lengkap seputar berat kendaraan kali ini tentu bermanfaat menambah wawasan Anda yang berencana melakukan ekspansi bisnis melalui pemanfaatan kendaraan niaga. Sekarang, persoalan memilih kendaraan operasional bisnis tak lagi jadi masalah karena ada Isuzu yang siap membantu Isuzu Partner.

Dapatkan info terbaru tentang bermacam-macam pilihan unit kendaraan Isuzu yang diformulasikan khusus untuk mendukung kepentingan bisnis. Mari kunjungi situs resmi Isuzu atau konsultasikan langsung dengan tim Isuzu terdekat dari lokasi Anda.



 
©Isuzu Astra Motor Indonesia, 2023 | Website Policy and Disclaimer