12 Nov 2025

Jangan Jadi Lane Hogger! Ini Dampak dan Sanksi Hukumnya

Share

Pernah melihat pengendara yang terus-menerus berada di lajur kanan meskipun tidak sedang menyalip kendaraan lain? Perilaku seperti inilah yang disebut lane hogger, kebiasaan berkendara yang terlihat sepele tapi ternyata berbahaya dan bisa dikenakan sanksi hukum.

Agar tidak menjadi salah satu pelaku pelanggaran lalu lintas yang mengganggu pengguna jalan lain, Isuzu Partner perlu memahami lebih dalam apa itu lane hogger, dampaknya terhadap keselamatan, hingga cara menyikapinya dengan bijak.

Apa Itu Lane Hogger?

Lane hogger adalah istilah untuk pengendara yang menempati lajur kanan secara terus-menerus tanpa alasan yang tepat, seperti menyalip atau mendahului kendaraan lain.

Dalam aturan lalu lintas di Indonesia, lajur kanan diperuntukkan khusus untuk menyalip, bukan untuk digunakan dalam jangka panjang berkendara. Jadi, setelah selesai mendahului kendaraan di depan, pengendara seharusnya kembali ke lajur kiri agar arus lalu lintas tetap lancar.

Perilaku lane hogging ini sering ditemukan di jalan tol maupun jalan raya dua arah. Biasanya, pengemudi yang menjadi lane hogger tidak menyadari bahwa tindakannya bisa menimbulkan gangguan arus lalu lintas, kemacetan, bahkan potensi kecelakaan.

Bahaya dari Perilaku Lane Hogger

Jangan anggap sepele kebiasaan berkendara di lajur kanan terus-menerus. Sebab perilaku ini bisa memicu bahaya dan risiko seperti:

Boros Bahan Bakar (BBM)

Ketika lajur kanan terhalang oleh pengemudi yang tidak kembali ke kiri, kendaraan lain terpaksa melakukan pengereman dan akselerasi berulang kali. Aktivitas ini membuat mesin bekerja lebih keras dan akhirnya meningkatkan konsumsi bahan bakar. Alhasil lane hogging tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga pengendara lain di sekitar.

Meningkatkan Risiko Kecelakaan

Lajur kanan umumnya digunakan untuk kendaraan dengan kecepatan lebih tinggi. Jika ada pengendara yang “nongkrong” di lajur ini dengan kecepatan rendah, maka potensi tabrakan dari belakang atau manuver berbahaya dari pengendara lain akan meningkat. Kondisi ini sangat berisiko, terutama di jalan tol dengan volume kendaraan tinggi.

Menyebabkan Kemacetan

Salah satu efek paling sering terjadi dari lane hogger adalah bottleneck atau penumpukan kendaraan di lajur kanan. Karena pengemudi lain tidak bisa menyalip, arus lalu lintas menjadi tidak lancar. Efek dominonya, jalan terlihat macet padahal penyebab utamanya hanya satu kendaraan yang tidak disiplin.

Membuat Pengendara Lain Tidak Nyaman

Bagi pengemudi lain, menghadapi lane hogger tentu menjengkelkan. Selain menghambat laju kendaraan, perilaku ini memicu emosi dan potensi konflik di jalan. Dalam konteks keselamatan, rasa frustrasi ini bisa mengarah pada agresivitas berkendara yang justru berbahaya bagi semua pengguna jalan.

Menghambat Kendaraan Darurat

Salah satu dampak paling serius dari perilaku lane hogging adalah terhambatnya laju kendaraan darurat, seperti ambulans, mobil pemadam kebakaran, atau patroli kepolisian. Pengemudi yang tidak segera pindah ke kiri membuat kendaraan darurat sulit melintas dengan cepat. Dalam kondisi tertentu, perilaku ini malah bisa berakibat fatal bagi nyawa seseorang.

Oleh karena itu, bagi kendaraan besar seperti truk, mematuhi aturan jalur sangatlah penting. Truk biasanya dianjurkan berada di lajur kiri kecuali saat menyalip, karena ukuran dan bobotnya membutuhkan ruang lebih untuk bermanuver. Dengan menjaga posisi sesuai jalur, pengemudi truk bisa menjaga stabilitas kendaraan sekaligus mengurangi potensi bahaya bagi pengguna jalan lain.

Apakah Lane Hogger Bisa Ditilang?

Di Indonesia, penggunaan lajur kanan sudah diatur dengan jelas dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dalam pasal 108 ayat (2) disebutkan bahwa:

“Pada jalan dengan dua atau lebih lajur searah, pengemudi kendaraan bermotor wajib menggunakan lajur kiri, kecuali pada saat akan mendahului kendaraan lain atau akan berbelok ke kanan.”

Artinya, siapa pun yang mengemudi terus di lajur kanan tanpa alasan menyalip dianggap melanggar aturan lalu lintas. Sanksinya diatur dalam Pasal 287 ayat (1) undang-undang yang sama, dengan ancaman pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp500.000.

Meski terkesan ringan, sanksi ini menunjukkan bahwa pemerintah menganggap serius pelanggaran lane discipline karena dampaknya berpengaruh besar pada keselamatan dan kelancaran lalu lintas.

Bagaimana Cara Tepat Menyikapi Lane Hogger?

Menjadi pengemudi yang disiplin bukan hanya soal menaati rambu, tapi juga memahami etika di jalan. Berikut beberapa cara bijak untuk menyikapi lane hogger dan mencegah Isuzu Partner menjadi salah satunya:

Menyalip dengan Benar

Gunakan lajur kanan hanya untuk menyalip. Setelah selesai mendahului kendaraan di depan, segera kembali ke lajur kiri. Pastikan Isuzu Partner memberi sinyal lampu sein sebelum berpindah lajur agar pengendara lain dapat mengantisipasi pergerakan Anda.

Selalu Pilih Lajur Kiri untuk Berkendara Normal

Jika Anda tidak terburu-buru atau tidak sedang mendahului kendaraan lain, berkendaralah di lajur kiri. Lajur kanan hanya digunakan untuk keperluan menyalip sementara. Dengan begitu, arus lalu lintas akan lebih tertib dan lancar.

Terima Saat Diberi Peringatan

Ketika pengendara di belakang memberi sinyal lampu atau klakson pendek, artinya mereka ingin menyalip. Jangan merasa tersinggung atau emosi. Segera beri jalan dan pindah ke lajur kiri dengan aman. Ini bukan tentang ego, tapi soal etika berkendara dan keselamatan bersama.

Langsung Kembali ke Lajur yang Benar

Setelah mendahului kendaraan, jangan berlama-lama di lajur kanan. Pastikan kondisi aman, lalu kembali ke lajur kiri. Kebiasaan sederhana ini bisa membantu menjaga kelancaran lalu lintas dan mengurangi risiko kecelakaan.

Dengan memahami apa itu lane hogger, Isuzu Partner bisa lebih sadar untuk selalu berkendara secara tertib, aman, dan menghormati pengguna jalan lain. Ingat, selalu jadi pengemudi bijak kapan pun dan di mana pun. 

Selain itu, pastikan kendaraan selalu dalam kondisi prima. Sebab performa mesin yang optimal bukan hanya membuat pengalaman berkendara lebih nyaman, tetapi juga membantu menghemat bahan bakar dan mencegah kerusakan komponen yang bisa mengganggu aktivitas Isuzu Partner.

Lakukan perawatan berkala di bengkel mitra Isuzu untuk memastikan kendaraan tetap optimal dan andal di setiap perjalanan. Dengan servis berkala dan penggunaan suku cadang original, kendaraan Anda akan tetap tangguh, efisien, dan siap menghadapi berbagai kondisi jalan. Kunjungi bengkel mitra Isuzu hari ini dan rasakan performa terbaik kendaraan Anda!



 
©Isuzu Astra Motor Indonesia, 2023 | Website Policy and Disclaimer