18 Jan 2021
PT Surya Putra Barutama dan Dump Truck yang Matang Terukur dengan Isuzu
Share

PT Surya Putra Barutama adalah perusahaan manufaktur berbagai jenis bodi truk (karoseri) sejak tahun 1989. Berpusat di Surabaya, Jawa Timur, dump truck buatannya jadi andalan di berbagai wilayah hingga ke Papua.

 

Bahkan kebanyakan truk buatannya memang sebagian besar tandang keluar Jawa, dengan sektor terbanyak di pertambangan dan perkebunan serta infrastruktur seperti pembangunan proyek pemerintah.

 

"Kebanyakan karoseri kami adalah dump truck. Jadi komposisi kebanyakan di luar Jawa 70-30 persen, di Papua," ujar Tri Utomo dari PT Surya Putra Barutama.

 

Sudah sejak lama bekerja sama dengan Astra, dan selama dekade belakangan PT Surya Putra Barutama mulai mengandalkan Isuzu.

 

Manakala sertifikasi karoseri dimatangkan di Indonesia, maka brand ini pula yang menjadi pilihan. Sebab, segala sesuatunya serba matang termasuk untuk urusan sistem mekanis dan kelistrikan.

 

"Sejak ada sertifikasi karoseri kami memakai Isuzu. Jadi saat itu dicari vendor-vendor yang bisa uji spesifikasi, baik secara mekanis maupun kelistrikan. Memang sama Astra sudah sejak lama hubungan. Kebetulan mereka ada sertifikasi Isuzu, kami oke. Jadi terbantu," ujarnya.

 

Salah satu yang diandalkan adalah Isuzu Giga. Menurutnya sejumlah kontraktor merasa cocok dengan spesifikasi yang ditawarkan bahkan hingga ke pemasangan perangkat pendukung hidrolik.

 

"Kontraktor banyak pakai Isuzu Giga sampai 200 unit tahun 2012-2013. Rekomendasi Isuzu dan customer karena waktu itu hidrolik kami di-support Komatsu untuk light truck dan dump truck. Cocok dalam projects," kata dia.

 

Pilihan lain bagi PT Surya Putra Barutama adalah Isuzu Elf. Truk kelas ringan ini dipilih lantaran kebutuhan akan area akses yang terbatas.

 

 

Isuzu Elf sebagai truk yang lebarnya tidak sampai 2 meter memang memiliki banyak pilihan sebagai opsi untuk jenis truk kelas ringan. Misalnya saja Elf NMR 81 yang dipasangi mesin heavy duty common rail 4HL1-TCS dengan kemampuan angkut hingga 8,25 ton.

 

"Karena jalanan sempit, kami pernah ganti pakai unit kecil karena mobil besar tidak boleh lewat akses. Isuzu juga kan commonrail gencar ya. Isuzu yang pertama. (Ini menarik bagi konsumen) karena konsumsi BBM-nya, dan karena di jaringan Astra juga (mendukung perawatan dan ketersediaan suku cadang)," tambah Tri.

 

Dengan dukungan untuk keperluan sertifikasi bahkan jalinan kerja sama dengan Isuzu, PT Surya Putra Barutama meraih puncak pesanan.

 

"Puncak produksi light truck dan dump truck sekitar 3.000 unit setahun. Peak-nya di tahun 2013 yang dalam sebulan bisa sampai 400 unit," kata dia.

 

Kebanyakan pembelinya adalah mereka yang suka sehingga kembali melakukan pemesanan. Infonya, para pembeli cocok dengan harga dan keandalannya dalam konsumsi bahan bakar.

 

"User biasanya repeat order. Mereka ambil karena pricing dan hemat BBM. Transmisi juga berpengaruh karena 6-speed. Mudah dan andal," tutupnya.



 
©Isuzu Astra Motor Indonesia, 2021 | Website Policy and Disclaimer